Sebut Selat Hormuz Garis Merah, Iran Ancam Bombardir Negara-Negara Arab Jika AS Lanjutkan Serangan
TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara Komando Gabungan Angkatan Bersenjata Iran menegaskan, Teheran tidak akan mengizinkan campur tangan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis tersebut disebut sebagai "garis merah" bagi Iran.
Dalam pernyataannya, juru bicara tersebut memperingatkan, Iran akan menargetkan infrastruktur di kawasan Teluk apabila Presiden AS Donald Trump merealisasikan ancamannya untuk menyerang infrastruktur Iran.
Baca juga: Tiga Tanda AS Siapkan Operasi Militer Darat Masuk Wilayah Iran
Pernyataan itu muncul setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan gelombang baru serangan udara terhadap Iran pada Rabu.
Melalui akun resminya di platform X, CENTCOM menyatakan serangan tersebut ditujukan untuk semakin melemahkan kemampuan militer Iran yang disebut digunakan dalam serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.
Menurut CENTCOM, pasukan AS melaksanakan operasi udara selama sekitar tujuh jam dari Selasa malam hingga Rabu pagi.
Serangan menyasar puluhan target militer di sekitar Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran, termasuk rudal, pesawat nirawak (drone), aset angkatan laut, serta sistem pertahanan pantai.
Operasi tersebut merupakan gelombang serangan malam keempat berturut-turut yang diklaim bertujuan mengurangi kemampuan Iran mengancam kapal-kapal komersial dan awak sipil yang melintasi Selat Hormuz.
Serangan udara itu berlangsung bersamaan dengan berlanjutnya blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap kapal-kapal yang melintas menuju pelabuhan dan kawasan pesisir Iran, sehingga semakin meningkatkan ketegangan antara kedua negara.