TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (USM), menggelar pelatihan literasi digital dan pembuatan akun marketplace Shopee bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di RW VII, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM XXVIII bertajuk "Digitalisasi UMKM: Edukasi Literasi Digital dalam Bisnis dan Pelatihan Pembuatan Akun Marketplace Shopee sebagai Media Pemasaran UMKM di Kelurahan Purwoyoso" yang disusun oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi USM, Sevira Kurnia Eka Ramadhani.
Program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi lapangan, koordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Purwoyoso, pengurus UMKM, dan masyarakat setempat.
Baca juga: Dosen USM Bekali Guru MAN 1 Kota Semarang Mengidentifikasi Pola Child Grooming di Media Sosial
Baca juga: USM TV Gandeng Aulia Tour Gelar Safari Dakwah
Hasil observasi menunjukkan banyak UMKM beroperasi di sekitar RW VII karena lokasinya berdekatan dengan Kawasan Industri Candi. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan pemasaran secara konvensional, seperti berjualan dari rumah atau di Pasar Purwoyoso.
Belum banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan pemasaran digital maupun teknologi untuk mengembangkan usahanya. Akibatnya, jangkauan pasar masih terbatas dan peluang peningkatan pendapatan belum optimal.
Selain itu, ditemukan pula kesenjangan literasi digital antargenerasi.
Pelaku usaha yang lebih muda dinilai lebih memahami teknologi dibandingkan pelaku usaha lanjut usia.
Melalui program tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai literasi digital dalam bisnis sekaligus pelatihan praktis pembuatan akun marketplace Shopee agar pelaku UMKM mampu memasarkan produknya secara digital dengan aman, jujur, dan kompetitif.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya literasi digital sebagai penunjang keberlanjutan usaha, termasuk cara menghindari hoaks dan penipuan, membangun branding sebagai identitas bisnis, hingga teknik membuat konten kreatif berupa foto produk dan copywriting untuk mendukung pemasaran digital.
Ketua UMKM Kelurahan Purwoyoso, Novi, mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi pelaku UMKM di wilayahnya.
"Kehadiran kegiatan KKN yang dilakukan anak-anak mahasiswa USM sangat memberikan manfaat bagi warga sekitar, terutama yang bergerak di bidang UMKM. Kami jadi paham langkah-langkah apa saja yang bisa kami tempuh guna meningkatkan produktivitas usaha kami. Kami berharap anak-anak mahasiswa ini juga bisa membimbing kami secara berkelanjutan apabila kami menemui kendala dalam proses mengembangkan usaha UMKM kami," ujarnya dalam rilis, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan dilaksanakan di Balai Pertemuan RW VII, Kelurahan Purwoyoso, pada Minggu (12/7/2026). Sebanyak sembilan pelaku UMKM mengikuti pelatihan yang turut dihadiri Ketua UMKM Kelurahan Purwoyoso.
Program tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum dan Manajemen sebagai bentuk sinergi antarprogram studi dalam pemberdayaan dan pendampingan masyarakat.
Selama pelatihan, peserta mengikuti penyampaian materi, praktik pembuatan akun marketplace Shopee, serta sesi tanya jawab. Peserta juga mengisi survei pre-test dan post-test melalui pemindaian kode QR untuk mengukur peningkatan pemahaman.
Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai literasi digital serta kemampuan operasional dasar marketplace setelah mengikuti pelatihan.
Sementara itu, Sevira mengatakan, melalui program tersebut peserta juga dibekali pemahaman mengenai etika berjualan di platform digital dan strategi promosi sederhana yang dapat langsung diterapkan.
"Melalui program ini, peserta diberikan pemahaman dasar tentang etika berjualan di platform digital dan strategi promosi sederhana yang dapat langsung diterapkan. Diharapkan mampu membantu memperluas jangkauan pasar UMKM, meningkatkan pendapatan," ujarnya. (*)