Thomas Tuchel Terbukti Benar! Pelatih Inggris Dibela atas Kekalahan dari Argentina, Mantan Bintang Tiga Singa Sebut Pergantian 'Cerdas' Bukan Penyebab Tersingkirnya Inggris dari Piala Dunia
Rina Kusumawati July 17, 2026 03:51 AM

Mantan pemain internasional Inggris, Andros Townsend, secara tegas membela manajer Thomas Tuchel setelah kekalahan menyakitkan 2-1 tim Tiga Singa dari Argentina di semifinal Piala Dunia. Townsend menepis kritik keras terhadap perubahan taktis Tuchel di lini pertahanan, dengan menyebut bahwa langkah-langkah tersebut merupakan keputusan "cerdas" yang akhirnya gagal dijalankan dengan baik oleh para pemain di lapangan.

Argentina berhasil melakukan comeback luar biasa dalam pertandingan tersebut. Tuchel kini mendapat dukungan kuat dari Townsend, yang menolak menyalahkan pelatih asal Jerman itu atas kegagalan Inggris di Atlanta. Tuchel menuai sorotan tajam setelah menarik keluar pencetak gol Anthony Gordon pada menit ke-72 untuk memasukkan bek Ezri Konsa, yang mengubah formasi tim menjadi lima bek.

Langkah defensif itu justru berbalik arah ketika Enzo Fernández dan Lautaro Martínez mencetak dua gol di menit-menit akhir, memastikan kemenangan 2-1 bagi Argentina. Meski banyak penggemar dan pengamat mengecam perubahan struktur tersebut, Townsend menegaskan bahwa tanggung jawab atas kehancuran di akhir laga sepenuhnya berada di tangan para pemain yang gagal mengeksekusi instruksi, bukan pada rencana strategis sang pelatih.

Mengenai kegagalan lini belakang, perdebatan sengit muncul di talkSPORT saat mantan penyerang Aston Villa, Gabriel Agbonlahor, mengkritik keputusan untuk beralih ke pertahanan lima bek. Agbonlahor berpendapat bahwa formasi tersebut tidak ada gunanya jika para pemain di lapangan tidak menunjukkan kekuatan fisik untuk menghadapi ancaman bola udara dari lawan.

Townsend segera menanggapi dengan tegas, menekankan bahwa seorang pelatih tidak dapat mengendalikan kegagalan fisik individu di lapangan. "Itu bukan salah Thomas Tuchel," ujar Townsend. "Jika kami tidak memenangkan satu pun duel udara dari setiap umpan silang yang masuk ke kotak penalti kami, Anda tidak bisa menyalahkan pelatih atas hal itu."

Keputusan Tuchel untuk memasukkan Nico O’Reilly bersama Dan Burn juga menjadi bahan perdebatan, karena ia mengabaikan opsi menyerang seperti Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Ollie Watkins. Agbonlahor menyesalkan keputusan tersebut, dengan mengatakan bahwa langkah itu membuat Inggris kehilangan "out-ball" untuk meredakan tekanan hebat dari Argentina.

Namun, Townsend justru menyebut keputusan memasukkan O’Reilly sebagai langkah yang lebih "cerdas" karena disesuaikan untuk mengantisipasi pergerakan Lionel Messi. "Tidak, tidak. Saya pikir Nico O’Reilly adalah pergantian yang tepat," kata Townsend. "Dengarkan, Gabby, saya sudah dua kali mengulas pertandingan Argentina di Piala Dunia ini. Saya menonton semua pertandingan mereka. Dan di setiap laga, Messi selalu memulai dari posisi tinggi, berusaha mencari ruang di antara lini tengah dan belakang. Tapi seiring berjalannya waktu, dia makin turun ke area yang lebih dalam. Kamu bisa lihat, di babak kedua dia bahkan bermain hampir seperti gelandang tengah di sisi kanan."

Townsend menegaskan bahwa tak ada alternatif yang lebih baik dalam situasi tersebut. Menurutnya, memasukkan O’Reilly untuk menjaga Messi di posisi lebih tinggi jauh lebih logis ketimbang memainkan pemain menyerang dalam peran bertahan. "Itulah yang biasa dilakukan Messi. Jadi, keputusan Tuchel untuk menurunkan O’Reilly agar bisa bertahan menghadapi Messi di posisi sayap kiri adalah pilihan yang lebih cerdas dengan sisa waktu 15 menit, dibandingkan memasukkan Rashford untuk menjaga Messi. Itu tidak masuk akal," ujarnya.

Townsend juga membela pendekatan keseluruhan Inggris di menit-menit akhir pertandingan, dengan mengatakan bahwa para pemain sudah berusaha semaksimal mungkin meski kekurangan opsi serangan balik. Ia menambahkan: "Kami tidak punya out-ball. Kami berusaha. Kami punya Morgan Rogers, Harry Kane, dan Bellingham mencoba menekan tinggi. Tapi itu tidak berhasil, Gabby. Saya janji, saya sudah menonton ulang dua kali setelah peluit akhir."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.