Bek Prancis Lucas Digne akhirnya angkat bicara mengenai "kekecewaan luar biasa" atas tersingkirnya Les Bleus di semifinal Piala Dunia setelah kalah dari Spanyol. Bek kiri berpengalaman itu menjadi pusat perhatian dalam momen krusial pertandingan, ketika pelanggarannya terhadap Lamine Yamal menghasilkan penalti yang memberi La Roja keunggulan awal.
Mimpi yang berubah menjadi mimpi buruk
Dua hari setelah kekalahan 2-0 tersebut, pemain berusia 32 tahun itu mengungkapkan perasaannya di Instagram, menggambarkan betapa menyakitkannya melihat impian seumur hidup sirna begitu saja. Setelah berhasil merebut kembali tempatnya di starting XI Didier Deschamps selama turnamen di Amerika Utara, Digne tampil di semua laga Prancis kecuali dua pertandingan fase grup melawan Senegal dan Norwegia. Perannya yang penting membuat kekalahan ini semakin sulit diterima, dengan sang bek mengakui betapa beratnya mencari kata-kata untuk menggambarkan rasa kecewa yang begitu besar.
"Dan begitulah, sebuah mimpi berakhir," tulisnya. "Mimpi dari seorang anak kecil, dan pastinya juga mimpi dari ribuan orang yang mendukung kami. Kita selalu membayangkan banyak hal, seringkali yang paling indah. Namun akhir dari sebuah mimpi bisa sangat sulit, dan kenyataannya jauh lebih menyakitkan. Hal tersulit saat ini adalah menemukan kata-kata untuk mengekspresikan kekecewaan luar biasa ini."
Digne mengambil tanggung jawab
Mantan pemain Aston Villa yang akan segera menyelesaikan kepindahannya ke Paris Saint-Germain setelah turnamen berakhir itu tidak menyebut nama Lamine Yamal secara langsung, tetapi pesannya memuat pengakuan jelas akan kesalahannya sendiri. Upayanya untuk menghalau bola dengan kaki kiri justru mengenai pemain muda Spanyol tersebut, menghasilkan penalti di babak pertama yang membuka jalan bagi gol pembuka Spanyol.
Menanggapi perannya dalam kekalahan itu, Digne mengatakan: "Pertama-tama, saya kecewa pada diri sendiri. Juga kecewa untuk tim ini, atas semua usaha yang telah kami lakukan, dan untuk kelompok pemain luar biasa ini. Saya juga memikirkan semua orang yang telah bepergian jauh untuk mendukung kami, serta mereka yang mendukung kami dari Prancis dan seluruh dunia. Dukungan kalian telah membawa kami sepanjang perjalanan ini."
Kembalinya emosi di panggung besar
Turnamen ini menjadi pencapaian pribadi yang penting bagi Digne, yang tampil di Piala Dunia keduanya tepat 12 tahun setelah debutnya di ajang yang sama. Setelah tidak masuk skuad pada kampanye sukses di Rusia 2018 dan edisi 2022 di Qatar, mantan pemain Barcelona itu menikmati kebangkitan kembali di tim nasional sebelum nasib buruk menimpanya di semifinal.
Meski hatinya hancur, sang bek tetap menyempatkan diri berterima kasih kepada para pendukung yang hadir serta menegaskan rasa bangganya terhadap tanah airnya. "Meski kekecewaan ini begitu besar, saya tetap bangga telah mewakili negara kami, dengan segala kekayaannya, keberagamannya, dan semua orang yang menjadi bagiannya," tambahnya. "Terima kasih atas segalanya, atas dukungan kalian, dan semua emosi ini. Kalian luar biasa sepanjang kompetisi."
Fokus pada perebutan tempat ketiga melawan Inggris
Perjalanan Les Bleus belum sepenuhnya berakhir, karena mereka kini harus bersiap menghadapi laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris. Meskipun banyak pemain kesulitan menemukan motivasi untuk pertandingan semacam ini, Digne bertekad menutup musim panas internasionalnya dengan hasil positif melalui raihan medali perunggu.
Ia menulis kepada para pengikutnya: "Belum selesai, kami masih punya podium untuk diperjuangkan." Prancis akan menghadapi The Three Lions pada hari Sabtu, berusaha mengembalikan sedikit kebanggaan sebelum skuad dibubarkan dan Digne bersiap untuk kembali berkarier di Ligue 1 bersama PSG.