TRIBUNMANADO.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah perairan Sulawesi Utara yang berlaku mulai Kamis (16/7/2026) pukul 08.00 WITA hingga Minggu (19/7/2026) pukul 08.00 WITA.
Dalam periode tersebut, gelombang dengan kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di enam wilayah perairan di Sulawesi Utara.
BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh angin yang secara umum bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan berkisar 6–25 knot.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Wisata Sulut Jumat 17 Juli 2026, Gunung Tumpa dan Air Terjun Kali Cerah Berawan
Kecepatan angin tertinggi diprakirakan terjadi di Perairan Minahasa Utara dan Perairan Kepulauan Sitaro, yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di wilayah tersebut.
Masyarakat, khususnya nelayan, operator kapal, dan pengguna transportasi laut diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang sedang selama periode prakiraan.
Perairan Selatan Sulawesi Utara
Perairan Minahasa Utara
Perairan Kepulauan Sitaro
Perairan Kepulauan Sangihe
Perairan Kepulauan Talaud
Laut Maluku
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini