5 Populer Regional: Sosok 2 Siswi Tewas Tertabrak KA di Lampung - ASN Nias Tewas di Apartemen Medan
Garudea Prabawati July 17, 2026 06:38 AM

 

Kedua korban adalah Siti Komariah (18) dan Ayu Fifita (14).

Sementara itu rekan pria yang mengendarai mobil tersebut, Riki Farel (16) terluka dan dirawat di rumah sakit.

Kemudian ada polisi menangkap dua perempuan terkait kematian Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Nias berinisial AL di apartemen Medan, Sumatra Barat, setelah penyelidikan intensif dilakukan.

Korban diduga melompat setelah pelaku mendesak pembayaran tambahan sebesar Rp4,5 juta usai transaksi seksual berlangsung.

Korban baru diangkat menjadi PNS dan datang ke Medan mengambil sertifikasi sebelum kejadian nahas tersebut terjadi.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. Sosok 2 Siswi Tewas Tertabrak KA Babaranjang di Lampung, Pelajar Pria yang Kendarai Mobil Dirawat

PELAJAR TERTABRAK KERETA - Kondisi mobil Daihatsu Ayla yang ringsek usai tertemper KA Babaranjang di perlintasan kereta api resmi Desa Negeri Ratu, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, Selasa (14/7/2026) pagi. Dua siswi meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara pengemudi yang juga seorang pelajar mengalami luka. (Tribun Lampung/Dok)

Dua pelajar perempuan meninggal dunia setelah mobil Daihatsu Ayla nomor polisi B 1310 BID yang mereka tumpangi tertemper kereta api Babaranjang, Selasa (14/7/2026) pagi.

Kereta api Babaranjang adalah kereta api barang yang mengangkut batu bara dari tambang di Sumatra Selatan menuju pelabuhan untuk ekspor maupun kebutuhan pembangkit listrik. 

Nama "Babaranjang" merupakan singkatan dari Batu Bara Rangkaian Panjang.

Kedua korban adalah Siti Komariah (18) dan Ayu Fifita (14).

Di dalam mobil itu keduanya duduk di kursi belakang.

Sementara itu rekan pria yang mengendarai mobil tersebut, Riki Farel (16) terluka.

Dia harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Ketiga korban berstatus pelajar.

Saat kejadian diduga ketiganya hendak berangkat ke sekolah.

Baca selengkapnya.

2. Sempat Dilaporkan Hilang, Gatot Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan Rumah 2 Hari Kemudian

JASAD TERKUBUR - Jasad diduga Gatot ditemukan terkubur di pekarangan rumahnya di Dusun Nanggungan, Nganjuk, Rabu (15/7). Warga sebelumnya mendengar teriakan minta tolong dan pertengkaran dari rumah korban. Istri korban sempat tak bisa masuk karena rumah terkunci. Polisi masih mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi untuk mengungkap kronologi.
JASAD TERKUBUR - Jasad diduga Gatot ditemukan terkubur di pekarangan rumahnya di Dusun Nanggungan, Nganjuk, Rabu (15/7). Warga sebelumnya mendengar teriakan minta tolong dan pertengkaran dari rumah korban. Istri korban sempat tak bisa masuk karena rumah terkunci. Polisi masih mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi untuk mengungkap kronologi. (HO/IST)

Jasad Gatot, warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ditemukan terkubur di pekarangan samping rumah, Rabu (15/7/2026).

Sebelum ditemukan tewas, Gatot sempat dilaporkan hilang oleh istrinya.

Hal ini diungkap Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran, Joko Hari Karyono.

"Istrinya bilang kalau sang suami (Gatot) hilang," kata Joko mengutip Tribun Jatim, Rabu (15/7/2026).

Joko menyebut, Gatot tidak diketahui keberadaannya sejak Senin (13/7/2026). 

Sebelum menghilang, warga juga mengaku sempat mendengar pertengkaran yang terjadi di rumah korban.

"Di rumah ini sempat terjadi pertengkaran. Meski begitu karena menganggap urusan keluarga, warga tak mau ikut campur atau melerai," terangnya.
 
Warga tidak mencampuri persoalan tersebut karena menganggapnya sebagai urusan rumah tangga.

Baca selengkapnya.

3. Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom di Sekolah Gegara Di-bully, Psikolog Tegaskan: Dia Bukan Anak Jahat

BEKAS LEDAKAN – Bekas ledakan bom rakitan masih terlihat pada dinding luar ruang kelas di MAN 3 Kota Padang, Rabu (15/7/2026). Meski jejak ledakan masih membekas, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut telah kembali berjalan normal sehari setelah insiden yang diduga dilakukan oleh seorang siswa.
BEKAS LEDAKAN – Bekas ledakan bom rakitan masih terlihat pada dinding luar ruang kelas di MAN 3 Kota Padang, Rabu (15/7/2026). Meski jejak ledakan masih membekas, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut telah kembali berjalan normal sehari setelah insiden yang diduga dilakukan oleh seorang siswa. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Dosen Program Studi Psikologi Universitas 'Aisyiyah (UNISA), Ratna Yunita Setiyani Subardjo S.Psi, M.Psi,. Ph.D memberikan komentarnya terkait insiden di MAN 3 Padang, Sumatra Barat.

Motif siswa berinisial R karena dirinya tak tahan menjadi korban bullying oleh teman-teman sekelasnya.

Menurut keyakninan Ratna, R sendiri bukanlah anak jahat, namun 'korban' dari sistem sosial yang tidak berjalan dengan semestinya.

"Yang bersangkutan bukan anak jahat. Ini bukan sekadar persoalan individu. Kasus seperti ini menjadi sinyal bahwa ada sistem yang jebol di beberapa titik, mulai dari keluarga, teman sebaya, sekolah, hingga dukungan kesehatan mental yang perlu menjadi perhatian bersama," ungkapnya saat dihubungi dari kantor Tribunnews Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026) sore.

Ia menilai perilaku agresi ekstrem seperti dalam kasus tersebut tidak muncul secara mendadak, melainkan merupakan hasil interaksi berbagai faktor psikologis, sosial, dan lingkungan.

"Dari kacamata psikologi klinis, perilaku agresi ekstrem seperti ini tidak muncul tiba-tiba. Biasanya merupakan hasil interaksi tiga faktor besar," lanjutnya.

Menurut Ratna, faktor pertama berasal dari aspek individual, khususnya psikologi perkembangan dan psikologi klinis. 

Ia menjelaskan bahwa usia remaja, sekitar 15 hingga 18 tahun, merupakan fase pencarian jati diri.

Mengacu pada teori perkembangan Erik Erikson, masa remaja berada pada tahap Identity vs Role Confusion, yakni fase ketika seseorang berusaha menemukan identitas diri sekaligus mencari pengakuan dari lingkungan.

"Apabila kebutuhan untuk dihargai dan diakui tidak terpenuhi, remaja dapat mengalami perasaan tidak berharga yang kemudian berkembang menjadi kemarahan," jelasnya.

Baca selengkapnya.

4. Viral Video Pendakian ke Gunung Merapi, BTNGM Ingatkan Warga dan Pendaki Patuhi Aturan

GUNUNG MERAPI - Kondisi Gunung Merapi yang terpantau Kamis (25/1/2024) pagi. Beredar video ajakan dari warga mendaki Gunung Merapi melalui jalur Selo.
GUNUNG MERAPI - Kondisi Gunung Merapi yang terpantau Kamis (25/1/2024) pagi. Beredar video ajakan dari warga mendaki Gunung Merapi melalui jalur Selo. (Tribunjogja.com/Setya Krisna Sumarga)

Beredar viral di media sosial foto dan video pendakian ke Gunung Merapi yang masih berstatus Siaga (Level III).

Gunung Merapi terletak di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah serta Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pendakian tersebut melalui jalur New Selo, Boyolali dengan bantuan tour guide warga sekitar.

Pendaki diharuskan membayar Rp350 ribu per orang untuk biaya tour guide dan pendakian hanya sampai Pasar Bubrah, pos terakhir sebelum puncak.

Para warga di sekitar basecamp Selo membuka jalur pendakian tanpa rekomendasi dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM).

Mereka kecewa lantaran aktivitas pendakian Gunung Merapi ditutup sejak Mei 2018 sehingga sumber pendapatan berkurang.

Kepala BTNGM, Heri Wibowo, menyayangkan adanya aktivitas pendakian ilegal yang mengabaikan imbauan pemerintah.

"Imbauan TN, imbauan BPPTKG, imbauan Sultan, imbauan Kepala BNPB tidak dihiraukan," paparnya, Rabu (15/7/2026), dikutip dari TribunJogja.com.

Selama ini pendekatan ke warga sekitar basecamp pendakian telah dilakukan.

Pihak BTNGM dapat meminta bantuan aparat kepolisian serta TNI di jalur pendakian, namun hal tersebut tak dilakukan.

"Kami sebenarnya bisa minta TN, Polisi dan TNI untuk berjaga, tapi itu jangka pendek dan berisiko adanya bentrok atau benturan horizontal, pasti viral lagi," lanjutnya.

Petugas juga disiagakan untuk memantau kondisi Gunung Merapi secara berkala.

"Kami sementara menahan diri walaupun teman-teman Resor tetap stay di kantor Resor Selo sambil pendekatan ke warga," tandasnya.

Baca selengkapnya.

5. ASN Nias Tewas di Apartemen Medan: Terdesak Diminta Uang Rp4,5 Juta oleh 2 Wanita Panggilan

DITEMUKAN TEWAS - Suasana di apartemen Skyview Setia Budi, Jalan Abdul Hakim Kelurahan Padang Bulan Selayang, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (11/7/2026). Seorang pria berinisial AL, ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi kaki kanan putus.
DITEMUKAN TEWAS - Suasana di apartemen Skyview Setia Budi, Jalan Abdul Hakim Kelurahan Padang Bulan Selayang, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (11/7/2026). Seorang pria berinisial AL, ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi kaki kanan putus. (HO/IST/TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso)

Polisi menangkap dua perempuan berinisial FR dan JS terkait kematian seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial AL (30) di Apartemen Skyview Setiabudi, Medan, Sumatra Utara.

Al adalah pegawai bagian penata pertanahan ahli pertama di ATR, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kabupaten Nias Selatan.

AL ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan pada Jumat (10/7/2026) lalu.

Terkait dua tersangka, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan,  kedua wanita sebelumnya 'dipanggil' korban lewat aplikasi kencan. 

"Kita sudah menetapkan dua orang wanita sebagai tersangka. Awalnya FR berkomunikasi dengan korban, namun sesampainya di apartemen FR membawa temannya yakni tersangka JS," ujar AKBP Adrian Risky Lubis, Rabu (10/7/2026). 

Setelah masuk ke kamar korban, AL merasa tertipu karena foto FR berbeda dengan kenyataan.

Ia pun membatalkan pesanan dan memilih berhubungan dengan JS.

FR meminta uang pembatalan Rp400 ribu dari kesepakatan awal Rp850 ribu, lalu meninggalkan kamar.

Sekitar 10 menit kemudian, korban meminta layanan tambahan kepada JS tanpa ada kesepakatan biaya.

Usai layanan tambahan itu, FR kembali masuk bersama JS dan menuntut bayaran Rp4,5 juta.

Korban menolak karena tidak memiliki uang, sehingga kedua pelaku mendesaknya menunjukkan saldo rekening.

Karena terdesak, korban sempat mengancam melompat dari kamarnya yang berada di lantai 12 jika kedua pelaku tetap memaksanya membayar.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.