Renungan Katolik Jumat 17 Juli 2026, Hari Sabat
Gordy Donovan July 17, 2026 07:47 AM

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan katolik Jumat 17 Juli 2026.

Tema renungan katolik "Hari Sabat”.

Renungan katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XV tahun A.

Hari Biasa Pekan XV tahun A dengan warna liturgi hijau.

Bacaan hari Jumat: Bacan pertama: Yes 38:1-6.21-22.7-8; MT Yes 38:10.11.12abcd.16; Mat 12:1-8 dan BcO Ayb 6:1-30.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 17 Juli 2026 dan Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama: Yes 38:1-6.21-22.7-8

Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi."

Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.

Ia berkata: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.

Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya:

"Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi,

dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan memagari kota ini."

Kemudian berkatalah Yesaya: "Baiklah diambil sebuah kue ara dan ditaruh pada barah itu, supaya sembuh!"

Sebelum itu Hizkia telah berkata: "Apakah yang akan menjadi tanda, bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN?"

"Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya:

Sesungguhnya, bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh tapak yang telah dijalaninya." Maka pada penunjuk matahari itu mataharipun mundurlah ke belakang sepuluh tapak dari jarak yang telah dijalaninya.

Mazmur Tanggapan: MT Yes 38:10.11.12abcd.16

Aku ini berkata: Dalam pertengahan umurku aku harus pergi, ke pintu gerbang dunia orang mati aku dipanggil untuk selebihnya dari hidupku.

Aku berkata: aku tidak akan melihat TUHAN lagi di negeri orang-orang yang hidup; aku tidak akan melihat seorangpun lagi di antara penduduk dunia.

Pondok kediamanku dibongkar dan dibuka seperti kemah gembala; seperti tukang tenun menggulung tenunannya aku mengakhiri hidupku; TUHAN memutus nyawaku dari benang hidup. Dari siang sampai malam Engkau membiarkan aku begitu saja,

Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!

Bait Pengantar Injil:
P: Alleluia
U: Alleluia

Bacaan Injil Katolik: Mat 12:1-8 

P: Inilah Injil Yesus karangan Matius
U: Dimuliahkanlah Tuhan
P:Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.

Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat."

Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,

bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?

Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?

Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.

Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

"Hari Sabat”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Pada Jumat Biasa Pekan XV, Gereja mengajak kita merenungkan tema “Hari Sabat”. Sabat bukan sekadar hari untuk berhenti dari aktivitas, tetapi tanda kasih Allah yang menghendaki manusia dipulihkan, beristirahat, dan hidup selaras dengan kehendak-Nya. Bacaan Kitab Suci hari ini menegaskan bahwa ketaatan pada Sabat harus selalu berjalan bersama dengan kemurahan hati.

Saudara-saudari terkasih. 

Pada bacaan I (Yes. 58: 1-6, 7-8, 21-22) Yesaya menyingkapkan bahwa ibadah—termasuk penghayatan Sabat dan akan menjadi kosong bila hanya berhenti pada ritual atau kebiasaan. Allah menghendaki Sabat dirayakan dalam sikap yang nyata: membebaskan yang tertindas, memberi makan yang lapar, menolong yang membutuhkan, dan menghormati sesama. Dalam Injil (Mat. 12: 1-8), Yesus menegur cara pandang yang menjadikan hukum sebagai beban yang menindas. Saat para murid ditegur karena pelanggaran yang dianggap berhubungan dengan Sabat, Yesus mengarahkan perhatian pada inti: Allah menghendaki kebaikan dan pemeliharaan manusia. Yesus menunjukkan bahwa Sabat dibuat untuk manusia sehingga yang utama bukanlah formalitas, melainkan tindakan kasih yang menyelamatkan. Refleksi kita adalah “Sabat bukan sekedar aturan”: Sabat bisa berubah menjadi sekadar “tidak melakukan sesuatu”, padahal Allah menghendaki kita menjadi lebih manusiawi: lebih berbelas kasih, lebih mengerti kebutuhan orang lain, dan lebih peka pada karya keselamatan. “Cara menghormati hari Tuhan/Sabat”: Sabat yang benar mendorong kita untuk berhenti, berbalik kepada Allah, dan kemudian membawa terang itu ke dunia melalui sikap yang lebih adil dan penuh rahmat. “Kebaikan vs Hukum”: Injil hari ini mengingatkan: kasih tidak boleh dikalahkan oleh legalisme. Mungkin hari ini panggilan Allah adalah: menolong orang yang kesusahan, berdamai, mengampuni, atau membangun kembali martabat sesama karena Sabat sejati selalu mengarah pada hidup.

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama, Sabat yang berkenan kepada Allah adalah Sabat yang menghadirkan keadilan dan kasih nyata dalam hidup. Kedua, Yesus mengajar bahwa hukum tidak boleh menindas manusia, karena manusia ada untuk dipulihkan oleh Allah. Ketiga, maka, rayakan Sabat dengan hati yang terbuka: berhenti sejenak untuk Allah, lalu hidupkan rahmat-Nya lewat kebaikan terhadap sesama.  Tuhan memberkati kita. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.