Timnas Spanyol tengah kalang kabut usai dua bintangnya berpotensi absen di final Piala Dunia 2026 kontra Timnas Argentina di mana salah satunya adalah Lamine Yamal.
Timnas Spanyol menjadi tim pertama yang berhasil menembus final Piala Dunia 2026.
Keberhasilan itu didapat usai La Furia Roja sukses menumbangkan Prancis dengan skor 2-0, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Di babak final, Spanyol dipastikan akan bersua Argentina yang sukses menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 sehari berselang.
Duel melawan La Albiceleste ini seakan menjadi duel pengganti yang awalnya dijadwalkan digelar sebelum Piala Dunia.
Sebelum event empat tahunan itu digelar, kedua tim yang berstatus juara Eropa dan Amerika Selatan akan bertemu dalam duel bertajuk Finalissima.
Namun, duel ini urung digelar karena kondisi geopolitik di Timur Tengah dan juga jadwal kedua tim yang berbenturan.
Selain itu, duel ini juga menjadi perang bintang mengingat materi pemain yang dimiliki Spanyol dan Argentina.
Sayangnya perang bintang ini berpotensi kehilangan sederet lakonnya imbas kondisi fisik yang dimiliki pemainnya.
Dari kubu Tim Matador, ada dua pemain yang berpotensi absen di final, yakni Lamine Yamal dan Pedro Porro.
Kedua starter Timnas Spanyol itu mengalami masalah fisik tepat setelah laga kontra Prancis di semifinal.
Dinukil BolaSport.com dari TyC Sports, Yamal dan Porro tampak berlatih terpisah dengan rekan-rekannya dalam sesi latihan Kamis (16/7/2026) WIB.
Yamal absen latihan karena mengalami ketidaknyamanan di paha kirinya, sedangkan Porro hanya butuh istirahat karena stres otot akibat bermain terlalu intens.
Khusus untuk Yamal, pemain berusia 19 tahun itu dalam kondisi yang sedikit mengkhawatirkan karena paha kirinya diperban.
Diyakini masalah ini terjadi karena tendangan bek kiri Prancis, Lucas Digne, kepadanya yang melahirkan penalti untuk Spanyol di semifinal.
Kondisi yang dialami Yamal membuat rekan-rekannya khawatir. Bahkan kapten La Furia Roja, Rodri, menuding wasit dan FIFA gagal melindungi wonderkid Barcelona itu.
"Kami sudah menghadapi situasi ini selama tiga pertandingan terakhir. Ada terlalu banyak pelanggaran," kata Rodri.
"Kami bicara soal 10 atau 15 pelanggaran yang membuat pemain muda itu (Yamal) jatuh ke tanah."
"Jika wasit tidak meniup peluit, maka pemain bertahan akan terus melakukan hal yang sama. Sikap membiarkan itu terlihat jelas," tambahnya.
Sementara dari kubu Argentina, belum ada kabar terbaru mengenai kondisi para pemainnya jelang final Piala Dunia 2026.
Namun, skuad La Albiceleste sudah fokus menatap final dengan menggelar sesi latihan ringan kurang dari 24 jam setelah melawan Inggris.
Latihan ringan ini ditujukan untuk para pemain yang bermain selama 60 menit lebih di semifinal di mana mereka berlatih untuk mengembalikan kondisi fisiknya.