UBT Dapat 300 Kuota Beasiswa Jalur Khusus, Kampus Masih Tunggu Juknis Pemprov Kaltara
Adhinata Kusuma July 17, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Universitas Borneo Tarakan (UBT) masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terkait pelaksanaan program beasiswa jalur khusus tahun 2026.

Berdasarkan informasi awal yang diterima pihak kampus, UBT mendapat alokasi kuota sebanyak 300 mahasiswa.

Kuota tersebut melalui skema beasiswa khusus yang merupakan bagian dari kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Kaltara dengan UBT serta dua perguruan tinggi lainnya di Kalimantan Utara.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UBT, Dr. Etty Wahyuni mengatakan hingga saat ini kampus baru menerima informasi mengenai jumlah kuota.

Baca juga: Rupiah Tembus 17 Ribu per Dollar AS, Ini Respons Akademisi Universitas Borneo Tarakan Dr Margiyono

Sementara mekanisme pelaksanaan dan persyaratan penerima masih menunggu juknis dari pemerintah provinsi.

 "Kalau yang kami dengar, tahun ini kita sudah dapat data ya, 300 orang. Tapi ini juga masih proses, artinya baru informasi, tapi juknis dan sebagainya kita belum dapat dari pemprov. Kita tunggu dari pemerintah provinsi nanti baru mengikuti juknis," ujarnya saat wawancara doorstop usai kegiatan pertemuan bersama Komisi IV DPRD Kaltara, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, juknis nantinya akan mengatur berbagai persyaratan penerima beasiswa, mulai dari ketentuan semester mahasiswa, indeks prestasi kumulatif (IPK), hingga kriteria lainnya.

 "Itu kan memang mungkin isinya nanti mahasiswa semester berapa, IP-nya harus berapa, harus seperti itu nanti isinya juknis biasanya. Kita nunggu dulu lah, kita belum bisa sampai juga," katanya.

Bantuan Beasiswa 

Berdasarkan informasi sementara yang diterima UBT, besaran bantuan yang akan diterima mahasiswa diperkirakan sekitar Rp3.250.000 per mahasiswa dalam satu tahun.

Dengan kuota 300 mahasiswa, nilai beasiswa yang dialokasikan untuk UBT diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.

Saat ditanya mengenai kepastian total anggaran yang diterima UBT, Etty menjelaskan nominal tersebut masih berupa informasi awal.

 "Sekitar Rp 1 miliar. Tapi itu baru informasi awal kan. Kita baru dapat informasi, nanti akan dapat kuota 300, sambil menunggu juknis yang ada," ujarnya.

Ia menambahkan, program beasiswa dari Pemprov Kaltara sebenarnya bukan hal baru bagi UBT.

Etty menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya program beasiswa Pemprov Kaltara terdiri dari dua skema, yakni jalur khusus dan jalur umum.

Untuk jalur umum, mahasiswa melakukan pendaftaran secara mandiri melalui sistem yang disediakan pemerintah provinsi sehingga pihak kampus tidak mengetahui secara langsung siapa saja penerimanya. Itu juga dikenal Beasiswa Kaltara Unggul.

Berbeda dengan jalur khusus, beasiswa jalur khusus akan melalui seleksi perguruan tinggi karena menggunakan sistem kuota yang diberikan kepada masing-masing kampus.

Menurut Etty, kemungkinan besar UBT akan diminta membantu proses seleksi calon penerima setelah juknis diterbitkan.

"Nah, kalau yang khusus ini yang lewat kita, mereka akan nyampaikan, kita beri kuota ya, sekian. Nah, nanti diseleksi. Tapi yang tahun ini kan kita nunggu juknis, kita belum tahu seleksinya seperti apa," tegasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa kuota 300 mahasiswa yang diterima UBT seluruhnya merupakan alokasi untuk jalur khusus.

Meski demikian, pihak kampus belum dapat memastikan kriteria mahasiswa yang berhak menerima beasiswa tersebut karena seluruh mekanisme masih disusun oleh Pemerintah Provinsi Kaltara.

"Katanya yang 300-nya. Kalau khusus nanti siapa yang layak, ya itu kita nunggu juknisnya kan dari provinsi, belum ada. Mereka hanya bilang, kita dapat data 300 orang, informasi dari sana. Tapi belum bisa diinformasikan, juknisnya itu masih disusun oleh Kesra di provinsi," paparnya.

Ia kembali menegaskan bahwa untuk beasiswa jalur umum, UBT hanya sebatas menyampaikan informasi kepada mahasiswa mengenai jadwal pendaftaran yang dibuka pemerintah provinsi.

"Kalau jalur umum, itu semua langsung mahasiswanya. Mahasiswa daftar langsung. Kalau kampus biasanya menginformasikan ke mahasiswa, biasanya di website ya. Selebihnya secara mandiri mendaftar," pungkasnya. (*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.