4 Fakta Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, Tewaskan 1 Personel TNI AD dan Lukai 6 Anggota
Joseph Wesly July 17, 2026 07:50 AM

 

TRIBUNBEKASI.COM- Ledakan mengguncang Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) 2 Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Insiden yang terjadi saat pemeriksaan dan pemeliharaan amunisi itu menewaskan satu personel TNI AD serta menyebabkan enam anggota lainnya mengalami luka-luka. TNI AD kini masih menyelidiki penyebab ledakan dengan membentuk tim investigasi.

Berikut empat fakta yang terungkap dari insiden tersebut.

Ledakan Terjadi Saat Pemeriksaan Amunisi

Ledakan terjadi ketika personel TNI AD sedang melaksanakan pemeriksaan dan pemeliharaan amunisi di salah satu gudang penyimpanan di Gupusmu 2 Puspalad Saradan.

Dentuman keras dari dalam kompleks militer itu mengejutkan warga di sekitar lokasi. Hingga Kamis siang, aparat TNI juga masih berjaga di RSUD Caruban, Kabupaten Madiun, untuk mengamankan area perawatan korban.

Satu Personel TNI AD Tewas, Enam Anggota Terluka

Ledakan tersebut mengakibatkan satu personel TNI AD meninggal dunia. Selain itu, empat personel mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan.

"Dalam insiden tersebut, satu personel dinyatakan meninggal dunia, empat orang mengalami luka berat, dan dua orang lainnya mengalami luka ringan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono.

Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. TNI AD juga memberikan pendampingan kepada korban beserta keluarganya.

TNI AD Bentuk Tim Investigasi

TNI AD membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab ledakan di Gudang Pusat Amunisi Saradan. Tim diberangkatkan ke lokasi pada Kamis sore untuk memastikan kronologi serta penyebab insiden.

"Untuk perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan, dan bersabar agar tim investigasi dapat bekerja dengan baik," ujar Brigjen TNI Donny Pramono.

Lokasi Ledakan Ditutup, Penyebab Masih Diselidiki

Hingga kini, TNI AD belum mengungkap jenis amunisi yang meledak maupun dugaan awal penyebab ledakan karena proses investigasi masih berlangsung.

Lokasi kejadian telah diamankan dan ditutup. Hanya tim investigasi yang diperbolehkan memasuki area tersebut, sementara proses pemeriksaan dilakukan secara bertahap setelah lokasi dipastikan aman.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.