SURYA.co.id, PASURUAN – Penyebab kecelakaan maut di ruas Tol Malang–Pandaan KM 72/B, tepatnya di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, mulai terungkap.
Hasil penyelidikan sementara dari Satlantas Polres Pasuruan mengarah pada faktor manusia atau human error sebagai pemicu utama insiden yang merenggut lima nyawa tersebut.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB itu melibatkan sebuah Honda CR-V bernomor polisi L-1720-CAY dengan truk Mitsubishi Fuso yang sedang berhenti di bahu jalan karena mengalami mogok.
Selain menyebabkan lima orang meninggal dunia, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan empat penumpang lainnya mengalami luka-luka dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Polisi memastikan penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Namun, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), dugaan sementara mengarah pada kurangnya konsentrasi pengemudi Honda CR-V.
Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, mengatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan tidak ditemukan faktor eksternal yang dominan, seperti cuaca buruk, kerusakan jalan, maupun gangguan teknis kendaraan.
Sebaliknya, indikasi sementara mengarah pada faktor manusia.
"Diduga pengemudi kurang berhati-hati dan kurang konsentrasi," kata Iptu Joko Suseno kepada SURYA.co.id, Kamis (16/7/2026) pagi.
Temuan tersebut diperoleh setelah petugas melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah keterangan di lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Honda CR-V melaju dari arah Malang menuju Surabaya.
Sesaat sebelum tabrakan terjadi, mobil diduga bergerak ke sisi kiri lajur hingga menyerempet pembatas jalan (guardrail).
Setelah itu, kendaraan kehilangan kendali dan menghantam bagian belakang kanan truk Mitsubishi Fuso yang sedang berhenti di bahu jalan akibat mogok.
"Sesaat sebelum kecelakaan, kendaraan bergerak ke kiri hingga menyerempet guardrail, lalu menghantam bagian belakang kanan truk," ujar Iptu Joko.
Benturan keras menyebabkan bagian depan hingga atap Honda CR-V mengalami kerusakan sangat parah.
Sementara itu, truk Mitsubishi Fuso mengalami kerusakan pada bagian slebor belakang kanan, bumper belakang, dan bak kendaraan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Mobil Honda CR-V Tabrak Truk di Tol Malang-Pandaan, 5 Orang Meninggal Dunia
Kecelakaan tersebut menewaskan lima orang yang berada di dalam Honda CR-V.
Pengemudi mobil, Ishaq (37), warga Kecamatan Semampir, Surabaya, meninggal dunia di lokasi akibat mengalami luka berat di bagian kepala.
Empat penumpang lainnya yang juga meninggal dunia di tempat kejadian ialah Mufarroha (27), Hanifah (42), Hindun (40), serta balita Wahyuni Putri Permata (3).
Sementara itu, empat korban lainnya berhasil selamat meski mengalami luka-luka.
Wahyunia Putri Cahaya (3), Qori’atul Jannah (10), dan Umrotul Hasanah (19) menjalani perawatan di RS Mitra Sehat Medika Pandaan.
Sedangkan Zahra (7), yang sempat tidak sadarkan diri usai kecelakaan, dirawat di RSUD Bangil.
Di sisi lain, pengemudi truk Mitsubishi Fuso, Sukasdi (37), warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Meski dugaan sementara mengarah pada faktor kurangnya konsentrasi pengemudi, polisi menegaskan proses penyelidikan belum selesai.
Iptu Joko menyebut penyidik Satlantas Polres Pasuruan masih mengumpulkan alat bukti serta melengkapi proses penyidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
"Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan Satlantas Polres Pasuruan," ungkapnya.
Akibat insiden tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp51 juta.
Polisi juga mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar tidak memaksakan diri mengemudi saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk. Pengendara disarankan memanfaatkan rest area untuk beristirahat sehingga konsentrasi tetap terjaga selama perjalanan.
Jalan tol memudahkan masyarakat khususnya pengendara dalam bermobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya dengan lebih cepat.
Karakteristik jalur tol yang cenderung bebas hambatan, kontur jalan tidak berliku-liku dan panjang biasanya membuat para pengendara bersikap santai dan berkendara dengan kecepatan tinggi serta menyepelekan banyak hal.
Padahal, berkendara di jalan tol justru membutuhkan konsentrasi tinggi.
Sebab seluruh kendaraan yang melintas di jalan tol diwajibkan untuk melaju dengan batas minimal dan maksimal, sehingga risiko berbahaya pun mengalami peningkatan.
Kurang konsentrasi sedikit saja, Anda bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Simak tips Training Director The Real Driving Center (RDC) Indonesia, Marcell Kurniawan, agar berkendara di jalan tol selalu aman dan nyaman, dikutip SURYA.co.id dari laman resmi Astra.
Pastikan Anda menaati batas minimum dan maksimum kecepatan kendaraan yang telah diatur oleh rambu lalu lintas yang terdapat di jalan tol.
Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu maupun membahayakan Anda maupun pengendara lainnya. Menurut Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), batas kecepatan minimum kendaraan di tol adalah 60 km/jam, sedangkan untuk kecepatan maksimum kendaraan terbagi menjadi 2 aturan yaitu 80 km/jam untuk tol dalam kota dan 100 km/jam untuk tol luar kota.
Apabila melebihi batas kecepatan maksimum, maka potensi terjadinya kehilangan kendali terhadap kendaraan semakin tinggi, jarak henti kendaraan semakin jauh, meningkatkan konsumsi BBM, mengurangi efektivitas peralatan pelindung seperti safety belt dan air bag, serta meningkatkan tingkat keparahan kecelakaan yang dapat menyebabkan cedera yang lebih buruk.
Sesuai rambu jalan tol, lajur kiri digunakan untuk kendaraan lambat, lajur tengah untuk kendaraan cepat, dan lajur kanan untuk mendahului.
Pastikan Anda menggunakan lampu sein saat akan mendahului dan tidak menjadi lane hogger (kondisi di mana pengemudi berjalan statis di lajur kanan, padahal di depannya tidak ada kendaraan lain) karena akan mengganggu lalu lintas kendaraan yang ingin mendahului, dan jangan pernah mendahului dari bahu jalan.
Selalu ingat mengenai aturan 3 detik, yaitu menjaga jeda kendaraan kita dengan kendaraan di depan selama 3 detik agar memiliki jarak dan waktu yang cukup untuk bereaksi atau berhenti saat ada bahaya. Apabila jalanan hujan atau licin, tambahkan jedanya menjadi 5 detik.
Saat berkendara, penting untuk memastikan kendaraan selalu dalam kondisi prima. Langsung sadari apabila terdapat getaran yang tidak biasa atau pergerakan kendaraan yang bisa mengindikasikan kerusakan.
Secara terus menerus, Anda perlu memandang jauh ke depan dan memeriksa spion sesering mungkin untuk dapat mengamati kondisi lalu lintas sekitar. Hal ini penting untuk dilakukan agar Anda dapat mengobservasi kondisi di sekitar sehingga dapat mengenali potensi bahaya yang mungkin terjadi dan mengenali cara terbaik untuk menghindarinya dengan tepat.
Saat berkendara di jalan tol, mobil melaju dalam kecepatan tinggi. Apabila Anda terdistraksi sedetik saja saat kecepatan 100 km/jam, itu berarti Anda telah tidak melihat jalan sejauh sekitar 28 meter. Jadi, pastikan selalu berkonsentrasi dan jangan ada distraksi saat mengemudi.
“Jalan tol diciptakan untuk memberikan kemudahan untuk kita semua, para pengendara, kemudahan untuk beraktivitas dan bermobilitas. Sayang jika kemudahan yang telah diberikan tersebut tidak diiringi dengan kesadaran aman berkendara demi keselamatan diri sendiri dan pengendara lain sehingga kita perlu saling menghargai satu sama lain. Jalan tol yang jenjang dan terlihat sepi memang terlihat mudah dilewati namun di sanalah risiko gampang bermunculan karena sikap santai dan lupa diri dan membuat kita menyepelekan satu dan dua hal serta mengebut. Sehingga penting memerhatikan hal-hal di atas agar tetap berkendara aman namun tetap nyaman untuk diri sendiri dan orang lain,” Ujar Laurentius Iwan Pranoto selaku Head of PR, Marcomm & Event Asuransi Astra.