TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (16/7/2026).
Korban ialah pasangan suami istri berinisial AR dan WH yang bekerja sebagai wiraswasta.
Uang tunai milik korban senilai Rp100 juta yang disimpan di dalam mobil raib dicuri oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa itu terjadi di halaman parkir Masjid Merdeka, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, sekitar pukul 12.00 Wita.
Baca juga: Anggota DPRD Sulbar Ramai-ramai Walk Out saat Paripurna, Suraidah: Koordinasi Kurang Baik
Baca juga: Buah Pala Petani di Sarjo Pasangkayu Dicuri, Warga Resah Aksi Pencurian Hasil Perkebunan Kian Marak
Saat kejadian, korban meninggalkan uang tersebut di dalam mobil pikap Daihatsu Grand Max bernomor polisi DC 8418 CZ.
Pelaku memecahkan kaca mobil lalu membawa kabur uang tunai Rp100 juta yang sebelumnya diambil korban dari bank.
Polisi kini menyelidiki kasus tersebut setelah korban melaporkannya ke Satreskrim Polres Polman.
"Korban awalnya menarik uang di salah satu bank yang ada di Majene, lalu menuju ke Wonomulyo," kata Kapolsek Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, kepada wartawan.
Ia menyampaikan korban singgah di Wonomulyo dengan maksud makan di sebuah warung.
Mobil yang digunakan kemudian diparkir di halaman Masjid Merdeka Wonomulyo dan ditinggal menuju warung.
Sandy menyebut korban meninggalkan mobilnya dalam keadaan terkunci selama sekitar 15 menit.
"Saat korban kembali ke mobil, uang tunai Rp100 juta telah hilang dengan kondisi kaca mobil pecah," ungkapnya.
Disebutkan, pelaku diduga mengambil uang tersebut dengan cara memecahkan kaca mobil.
Sejumlah saksi di sekitar lokasi telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Berdasarkan keterangan saksi, pelaku pencurian diduga berjumlah dua orang yang menggunakan sepeda motor.
Setelah memecahkan kaca mobil dan mengambil uang, pelaku kabur ke arah jalan poros Majene.
Polisi kini mengejar para terduga pelaku dan mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika mengetahui keberadaan mereka.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli