TRIBUN-SULBAR.COM,POLMAN- Suasana di Dusun Lumalang, Desa Battetangga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mendadak tegang setelah seekor ular piton berukuran raksasa ditemukan di area kebun durian, Jumat (17/7/2026).
Ular dengan panjang sekitar delapan meter itu sempat mengamuk dan menyerang saat sejumlah warga berusaha mengevakuasinya dari lokasi.
Salah seorang warga, Yusril, mengatakan kemunculan ular tersebut pertama kali diketahui ketika dirinya bersama dua rekannya melintas menuju kawasan hutan untuk mencari ayam hutan.
Baca juga: Masalah Keyakinan Jadi Salah Satu Penyebab Perceraian di Pasangkayu
Baca juga: Kolaborasai dengan Disnakertrans UT Majene Siapkan Tenaga Ahli Pendidikan Dukung Program Sertifikasi
Di tengah perjalanan, mereka melihat seekor piton berukuran besar berada di bawah pohon durian dengan kondisi perut membuncit.
Setelah diamati dari dekat, ular itu diduga baru saja memangsa seekor babi hutan sehingga pergerakannya terlihat sangat lambat.
"Waktu kami temukan, ularnya sudah susah bergerak karena habis menelan babi hutan," ujar Yusril.
Awalnya warga hanya berusaha menghalau ular tersebut agar kembali masuk ke kawasan hutan.
Namun, upaya itu tidak berhasil karena ular tetap bertahan di sekitar kebun.
Keberadaan reptil berukuran besar itu kemudian membuat warga sekitar merasa khawatir, terutama karena lokasinya berdekatan dengan area yang sering dilalui masyarakat.
Tak lama kemudian, belasan warga berdatangan untuk mengevakuasi ular tersebut.
Saat proses evakuasi berlangsung, piton itu tiba-tiba memberikan perlawanan dan berusaha menyerang warga yang berada paling dekat dengannya.
Sempat terjadi kepanikan sebelum warga akhirnya berhasil mengendalikan ular tersebut menggunakan alat seadanya.
Karena dinilai membahayakan keselamatan warga, ular piton itu akhirnya dilumpuhkan.
Usai dievakuasi, bangkai ular berukuran sekitar delapan meter tersebut diangkut secara bergotong royong karena bobotnya yang sangat berat.
Menurut warga, keputusan melumpuhkan ular diambil setelah mempertimbangkan faktor keselamatan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di sekitar kebun durian tersebut.
"Kami khawatir karena ularnya tetap berada di sekitar kebun dan bisa membahayakan warga," kata Yusril.(*)