Dokter Ungkap 7 Hal yang Bikin Orang Tampak Sehat Tapi Kena Serangan Jantung
GH News July 17, 2026 12:08 PM
Jakarta -

Serangan jantung bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang yang terlihat sehat dan bugar. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tersumbat sehingga jantung kekurangan pasokan oksigen. Jika tidak segera ditangani, serangan jantung dapat mengancam nyawa.

Dokter bedah kardiovaskular dr Jeremy London, mengungkap ada sejumlah faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami serangan jantung. Penjelasannya merujuk pada serangan jantung akibat aterosklerosis, yakni penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak kolesterol.

"Serangan jantung yang saya bahas ini berkaitan dengan penyumbatan akibat kolesterol," jelas dr London dalam unggahan di kanal YouTube-nya.

Berikut sejumlah faktor risiko yang perlu diwaspadai menurut dr London: Sembunyikan kutipan teks

1. Kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi menjadi salah satu penyebab utama terbentuknya plak di pembuluh darah. Penumpukan plak ini dapat menyempitkan arteri sehingga aliran darah ke jantung terganggu dan memicu serangan jantung.

Karena itu, menjaga kadar kolesterol tetap normal menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung.

2. Merokok

dr London juga menyoroti kebiasaan merokok sebagai faktor risiko utama. Ia mengutip penelitian yang menyebut sekitar 90 persen kasus serangan jantung sebenarnya dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko.

Menurut British Heart Foundation (BHF), zat kimia dalam rokok membuat dinding pembuluh darah menjadi lengket sehingga lemak lebih mudah menempel. Lama-kelamaan, pembuluh darah menyempit dan aliran darah menuju jantung terhambat.

3. Stres

Stres memang bukan penyebab langsung serangan jantung. Namun, kondisi ini sering memicu kebiasaan yang berdampak buruk bagi kesehatan, seperti merokok, makan berlebihan, atau mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Gangguan metabolik

Dr London menyebut adanya 'metabolic cluster' atau kumpulan gangguan metabolik yang meliputi diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas abdominal.

Ketiga kondisi tersebut diketahui meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner.

5. Lingkar pinggang berlebih

Ukuran lingkar pinggang juga menjadi indikator penting. Menurut dr London, rasio lingkar pinggang sebaiknya kurang dari 0,5 atau setengah dari tinggi badan.

"Jika makan sehat, rutin berolahraga, mampu mengelola stres, tidak merokok, dan menjaga rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan di bawah 0,5, maka risiko tersebut bisa dikurangi," ujarnya.

6. Kurang tidur

Selain pola makan dan kurang aktivitas fisik, kualitas tidur juga berpengaruh terhadap kesehatan jantung.

British Heart Foundation menyebut tidur sebagai salah satu pilar kesehatan jantung yang sering diabaikan.

Orang yang rutin tidur kurang dari tujuh jam per malam diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami fibrilasi atrium, tekanan darah tinggi pada malam hari, hingga sindrom kardiometabolik yang berkaitan dengan penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Sementara itu, tidur lebih dari sembilan jam setiap malam juga dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom kardiometabolik, pengerasan pembuluh darah, stroke, hingga kematian akibat penyakit jantung.

Kurang tidur secara terus-menerus juga dapat memicu respons berlebihan pada sistem imun yang akhirnya merusak lapisan dalam pembuluh darah.

7. Konsumsi alkohol berlebihan

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan juga meningkatkan risiko serangan jantung. Kebiasaan ini dapat memicu tekanan darah tinggi dan berbagai penyakit pada jantung maupun sistem sirkulasi.

Cara Menurunkan Risiko Serangan Jantung

Meski tidak semua kasus serangan jantung dapat dicegah, perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkan risikonya. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

  • Berhenti merokok.
  • Menjaga kadar kolesterol tetap normal.
  • Mengontrol tekanan darah.
  • Menerapkan pola makan sehat dan seimbang.
  • Mengurangi konsumsi garam dan lemak jenuh.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Rutin berolahraga.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Tidur yang cukup dan berkualitas.

Serangan jantung umumnya ditandai dengan nyeri dada, sesak napas, hingga kulit tampak pucat, kebiruan, atau keabu-abuan. Jika mengalami gejala yang mengarah ke serangan jantung, segera cari pertolongan medis darurat agar penanganan dapat diberikan secepat mungkin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.