Sosialisasi Desa Sadar K3 Hadir di Balongan Indramayu, Polindra Dorong Budaya Keselamatan Masyarakat
Seli Andina Miranti July 17, 2026 12:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama ini masih sering dipandang sebagai konsep yang hanya berlaku di lingkungan pabrik atau perusahaan berskala besar. Padahal, penerapan K3 juga memiliki peran penting bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di sekitar kawasan industri dengan tingkat risiko tinggi.

Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) menggelar sosialisasi Desa Sadar K3 di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (17/7/2026).

Desa Balongan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena letaknya berbatasan langsung dengan salah satu objek vital nasional, yakni kawasan kilang minyak Pertamina. 

Posisi tersebut membuat masyarakat setempat memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap peningkatan pengetahuan mengenai keselamatan kerja serta mitigasi risiko lingkungan.

Baca juga: U-turn Maut di Pantura Indramayu Berpeluang Ditutup, Warga Diminta Lewat Bundaran Kiajaran Wetan

Dalam pelaksanaannya, tim PKM Polindra melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh pemuda, nelayan, petani, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini dipimpin oleh para dosen Polindra, yakni Muhamad Lazuardi Pradivta Komara, S.K.M., M.K.K.K., Syaiful Ilman, S.T., M.T., Dwianti Westari, S.T., M.T., dan Hj. Winani, S.Kep. Ners., M.Kep.

Selain itu, Polindra juga menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta perwakilan Pertamina untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan K3 dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi risiko.

Ketua Tim PKM Polindra, Muhamad Lazuardi Pradivta Komara, mengatakan bahwa potensi bahaya tidak hanya berada di dalam kawasan industri, tetapi juga melekat pada aktivitas sehari-hari masyarakat.

"Masyarakat Desa Balongan memiliki aktivitas yang beragam, mulai dari sektor perikanan, pertanian, UMKM, hingga pekerjaan konstruksi. Seluruh aktivitas tersebut memiliki potensi risiko yang perlu dikenali dan dikendalikan," ujar Lazuardi.

Menurutnya, program Desa Sadar K3 diharapkan mampu menumbuhkan budaya kerja yang aman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih sehat, produktif, dan terlindungi.

Pelatihan yang diberikan tidak hanya berupa penyampaian materi di dalam kelas. Warga juga diajak terlibat aktif melalui diskusi kelompok serta berbagai simulasi praktik untuk memperkuat pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan.

Salah satu materi utama yang dipraktikkan adalah identifikasi potensi bahaya di lingkungan rumah maupun tempat kerja. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) serta prosedur tanggap darurat ketika terjadi keadaan darurat.

"Contohnya saat terjadi kebakaran, pertolongan pertama yang mesti dilakukan seperti apa, termasuk langkah-langkah pencegahannya," jelas Lazuardi.

Selain itu, masyarakat juga dilatih untuk memetakan berbagai potensi risiko yang dapat muncul di lingkungan desa sebagai bagian dari upaya pencegahan sejak dini.

Baca juga: Temuan pada 11 Pabrik Batu Kapur di Bandung Barat: BPJS Tak Ada, APD Minim, Status Kerja Tak Jelas

Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim PKM Polindra menginisiasi pembentukan Kader Desa Sadar K3. Para kader yang berasal dari masyarakat setempat akan menjadi penggerak budaya keselamatan di tingkat desa.

Lazuardi menjelaskan, para kader nantinya bertugas memberikan edukasi lanjutan kepada warga, mendampingi pemerintah desa dalam mengidentifikasi potensi bahaya baru, serta memastikan penerapan prosedur keselamatan pada berbagai sektor pekerjaan informal di desa.

"Mereka bertugas memberikan edukasi lanjutan, mendampingi pemerintah desa dalam mendeteksi potensi bahaya baru, serta memastikan standar prosedur aman diterapkan pada berbagai sektor pekerjaan informal di desa," ujarnya.

Untuk mengukur efektivitas penyampaian materi, tim dosen Polindra juga menerapkan metode pre-test dan post-test menggunakan soal pilihan ganda. Hasil evaluasi tersebut akan digunakan sebagai bahan penilaian tingkat pemahaman peserta sekaligus menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan lanjutan.

Melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Polindra berharap program Desa Sadar K3 tidak hanya diterapkan di Desa Balongan, tetapi juga dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis keselamatan kerja yang direplikasi di desa-desa penyangga kawasan industri lainnya di Kabupaten Indramayu.

"Kami berharap kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat ini ditargetkan bisa menjadi role model atau percontohan pemberdayaan berbasis keselamatan kerja yang siap direplikasi di desa-desa penyangga kawasan industri lainnya di wilayah Kabupaten Indramayu," pungkas Lazuardi.

Baca juga: Pikap Dilarang Angkut Penumpang, Polres Indramayu Perketat Pemeriksaan, Pelanggar Bakal Ditilang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.