TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta proses investigasi terkait insiden ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Madiun, Jawa Timur, berjalan secara profesional, objektif, dan transparan.
Insiden yang terjadi pada Kamis (16/7/2026) tersebut mengakibatkan satu orang prajurit TNI AD gugur, empat luka berat, dan dua orang mengalami luka ringan.
"Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas serta mendoakan agar enam prajurit yang mengalami luka-luka segera memperoleh penanganan terbaik dan pulih sepenuhnya," kata Dave kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).
Baca juga: Fakta-Fakta Gudang Amunisi TNI di Madiun Meledak, Apa Penyebabnya?
Dave mengapresiasi langkah cepat TNI AD yang segera mengevakuasi korban, mengamankan lokasi kejadian, serta membentuk tim investigasi.
Menurut dia, tim investigasi harus diberikan ruang untuk bekerja agar fakta yang diperoleh bisa menjadi dasar pengambilan langkah yang tepat dan menjaga kepercayaan publik.
Dave menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum bagi TNI AD untuk memperkuat budaya keselamatan dalam pengelolaan materiil pertahanan.
"Pengalaman dari setiap insiden tentu akan menjadi bahan pembelajaran yang berharga dalam penyempurnaan prosedur, pemeliharaan, serta pengelolaan amunisi sesuai standar yang berlaku. Upaya peningkatan tersebut penting agar keselamatan personel tetap menjadi prioritas," ucapnya.
Politisi Partai Golkar ini juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum ada pengumuman hasil investigasi resmi dari pihak berwenang.
"Memberikan kepercayaan kepada proses investigasi yang sedang berlangsung merupakan sikap yang bijaksana, sehingga aparat yang berwenang dapat bekerja secara optimal dan hasilnya dapat diterima secara objektif oleh semua pihak," ungkapnya.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono membenarkan adanya korban jiwa dan luka dalam insiden tersebut.
Saat ini, TNI AD telah mengambil langkah penanganan awal dengan memberikan pendampingan penuh terhadap korban dan berkoordinasi secara intensif dengan pihak rumah sakit.
Donny menjelaskan, Markas Besar TNI AD (Mabesad) telah membentuk tim investigasi dari unsur Pusat Perlengkapan TNI AD (Puspalad) untuk mengusut tuntas penyebab ledakan.
Tim tersebut, kata dia, bertugas untuk melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut.
Baca juga: 5 Fakta Ledakan Gudang Amunisi di Madiun: 1 Prajurit TNI Gugur, RSUD Caruban Dijaga Ketat
Dia menegaskan proses itu dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh agar setiap fakta yang diperoleh nantinya dapat dipertanggungjawabkan.
"Tim investigasi sudah dibentuk dan sore hari ini juga sudah berangkat menuju ke tempat kejadian," kata Donny di Markas Besar TNI AD Jakarta Pusat pada Kamis (16/7/2026).
"TNI Angkatan Darat yang jelas berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara serius, transparan, sekaligus memastikan setiap langkah penanganan terhadap korban maupun proses investigasi berjalan sebaik-baiknya," imbuhnya.