Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku, Alexander Waas, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta seluruh investor dan pemangku kepentingan atas dimulainya pembangunan atau groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela.
Menurut Alexander, dimulainya pembangunan proyek energi raksasa tersebut merupakan momentum bersejarah yang telah lama dinantikan masyarakat Maluku selama puluhan tahun.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp27.000 per Gram, Buyback Anjlok Rp47.000
Baca juga: TASPEN Salurkan Manfaat JKK dan Pensiun Janda Rp319,9 Juta kepada Keluarga ASN di Ambon
Ia menilai, groundbreaking Blok Masela bukan sekadar dimulainya pembangunan salah satu proyek migas terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi percepatan pembangunan ekonomi di Provinsi Maluku dan kawasan timur Indonesia.
"Kami memberikan penghargaan atas komitmen pemerintah dalam menghadirkan kepastian investasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Sinergi antara pemerintah dan investor menjadi fondasi penting agar proyek ini berjalan tepat waktu, berkelanjutan, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa," kata Alexander, Jumat (17/7/2026).
Meski demikian, Alexander mengingatkan bahwa keberhasilan proyek Blok Masela tidak boleh hanya diukur dari besarnya nilai investasi maupun kapasitas produksi gas yang dihasilkan.
Menurutnya, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat Maluku mampu menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat terbesar dari proyek strategis tersebut.
Karena itu, Karang Taruna Provinsi Maluku mendorong pemerintah dan seluruh pihak terkait agar percepatan pembangunan Blok Masela diikuti dengan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat daerah.
Beberapa di antaranya yakni memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, meningkatkan kompetensi generasi muda melalui pendidikan dan sertifikasi, serta memberikan ruang seluas-luasnya bagi pengusaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok proyek.
Alexander menegaskan, keterlibatan pengusaha daerah harus mencakup berbagai sektor mulai dari konstruksi, logistik, transportasi, jasa pendukung hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, Karang Taruna Provinsi Maluku juga mengusulkan pembentukan Forum Kemitraan Blok Masela sebagai wadah koordinasi yang melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, operator proyek, pengusaha lokal, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, tokoh adat, hingga masyarakat.
Forum tersebut diharapkan mampu memastikan keterlibatan masyarakat Maluku berlangsung secara nyata, terukur, dan berkelanjutan sepanjang proses pembangunan proyek.
"Blok Masela harus menjadi titik awal lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Maluku. Efek berganda dari proyek ini harus mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan daya saing pengusaha daerah, memperkuat UMKM, serta mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar," ujarnya.
Alexander juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga iklim investasi yang aman, kondusif, dan produktif agar proyek strategis nasional tersebut dapat berjalan tanpa hambatan.
Menurutnya, investasi yang sehat akan menjadi motor penggerak kesejahteraan apabila dibangun di atas semangat kolaborasi, keadilan, serta keberpihakan kepada masyarakat lokal.
Ia menegaskan sudah saatnya masyarakat Maluku tidak hanya menjadi saksi atas pengelolaan kekayaan alam di daerahnya sendiri.
"Sudah saatnya orang Maluku tidak hanya menjadi saksi atas kekayaan alamnya sendiri, tetapi menjadi pelaku utama, penerima manfaat utama, dan pewaris masa depan dari pembangunan yang berlangsung di tanah leluhurnya," tegasnya.
Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna Provinsi Maluku menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyiapkan sumber daya manusia, mendorong kewirausahaan pemuda.
Serta turut memastikan manfaat pembangunan Proyek LNG Abadi Blok Masela benar-benar dirasakan masyarakat Maluku dari generasi ke generasi.(*)