Meriahnya Perayaan HUT ke-80 Kabupaten Sukoharjo, Perdana Digelar di Solo Baru!
Rifatun Nadhiroh July 17, 2026 03:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Ir. Soekarno, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, mulai dari Bundaran Pandawa hingga Simpang Empat The Park Mall, untuk menyaksikan kemeriahan Sukoharjo Night Carnival 2026, Kamis (16/7/2026) malam.

Karnaval seni dan budaya yang digelar untuk pertama kalinya di kawasan Solo Baru tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Lahir ke-80 Kabupaten Sukoharjo. 

Sejak pukul 18.00 WIB, masyarakat telah memenuhi sisi jalan demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan parade.

Tak hanya anak-anak dan kalangan muda, sejumlah warga lanjut usia (lansia) juga terlihat duduk bersila di tepi jalan. 

Mereka rela menunggu berjam-jam demi menyaksikan iring-iringan peserta yang menampilkan beragam atraksi seni dan budaya.

Acara dibuka dengan penampilan rombongan Paguyuban Duta Wisata Sukoharjo yang kemudian disusul peserta dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, komunitas, hingga sanggar seni dan budaya. 

Baca juga: Kisah Dibangunnya Alun-alun Satya Negara : Dulu Hutan Kota, Kini Jadi Ikon Kabupaten Sukoharjo

Setiap kelompok diberikan waktu sekitar tiga menit untuk menampilkan atraksi terbaiknya di hadapan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukoharjo.

Berbagai pertunjukan tari tradisional, kostum tematik, hingga kreasi seni modern ditampilkan sepanjang rute karnaval. 

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kemunculan ogoh-ogoh berbentuk naga raksasa yang diarak menyusuri Jalan Ir. Soekarno.

Kemegahan naga berukuran besar tersebut menjadi magnet tersendiri. 

Ribuan penonton tampak mengabadikan momen menggunakan telepon genggam, sementara anak-anak bersorak antusias saat ogoh-ogoh melintas di hadapan mereka.

Karnaval seni dan budaya yang digelar untuk pertama kalinya di Solo Baru
HUT SUKOHARJO - Karnaval seni dan budaya yang digelar untuk pertama kalinya di kawasan Solo Baru tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Lahir ke-80 Kabupaten Sukoharjo. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo Abdul Haris Widodo mengatakan pemilihan Solo Baru sebagai lokasi penyelenggaraan Sukoharjo Night Carnival bukan tanpa alasan.

Menurutnya, masih banyak masyarakat dari luar daerah yang mengira Solo Baru merupakan bagian dari Kota Solo.

"Kalau saya ke luar kota sering ditanya, Solo Baru itu sebenarnya masuk mana. Masih banyak yang belum tahu. Kalau warga Sukoharjo tentu sudah tahu bahwa Solo Baru berada di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo," kata Haris, Jumat (17/7/2026).

Baca juga: Spektakuler! 8.000 Pelajar Menari dan 12 Gunungan Semarakkan Puncak HUT ke-80 Kabupaten Sukoharjo

Ia menilai momentum peringatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo menjadi kesempatan tepat untuk memperkenalkan identitas wilayah Solo Baru kepada masyarakat yang lebih luas.

"Karena itu sebagian rangkaian Hari Lahir Sukoharjo kita laksanakan di Solo Baru agar masyarakat luar mengetahui bahwa berbagai kegiatan di Solo Baru sebenarnya berada di wilayah Kabupaten Sukoharjo," ujarnya.

Selain memperkuat identitas daerah, penyelenggaraan acara di Solo Baru juga diharapkan mampu menggeser pusat keramaian yang selama ini lebih banyak terpusat di Kota Solo.

"Selama ini magnet Solo Raya banyak berada di Kota Solo. Kita mencoba menarik sedikit ke selatan agar masyarakat datang ke Sukoharjo. Alhamdulillah tempatnya juga bernama Solo Baru sehingga menjadi daya tarik tersendiri," katanya.

Abdul Haris berharap kemeriahan Sukoharjo Night Carnival dapat memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di kawasan Solo Baru. 

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bahkan telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) agar momentum tersebut dimanfaatkan secara maksimal.

"Kemarin kami sudah sounding kepada teman-teman PHRI supaya momentum ini ditangkap. Mall, restoran, hotel, dan pelaku usaha lainnya bisa memanfaatkan adanya event seperti ini. Selama ini pasar lebih banyak dikuasai Kota Solo, sekarang kita ingin dampaknya juga dirasakan Sukoharjo," pungkasnya.

Baca juga: Puncak HUT ke-80 Sukoharjo, Plt Bupati Eko Sapto Sebut Kasus Hukum Bupati Etik Jadi Bahan Evaluasi

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.