WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tetap menjagokan Argentina saat menghadapi Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Pramono mengatakan sejak awal turnamen dirinya menjagokan Brasil sebagai favorit utama, disusul Argentina dan Prancis. Namun, setelah Brasil dan Prancis tersingkir, ia memastikan dukungannya kini sepenuhnya untuk Argentina.
"Di awal jago nomor satunya Brasil, jago nomor duanya Argentina, jago ketiganya Prancis. Sekarang yang masuk Argentina melawan Spanyol. Tentunya saya akan tetap konsisten dengan Argentina," kata Pramono saat ditemui Wartakotalive.com di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, penampilan Argentina saat menyingkirkan Inggris di semifinal menjadi salah satu alasan dirinya tetap mendukung tim berjuluk La Albiceleste tersebut.
Ia secara khusus memuji peran Lionel Messi yang memberikan dua assist pada menit-menit akhir pertandingan.
Baca juga: Jelang Final Piala Dunia 2026, Penjualan Bendera dan Jersey di Pasar Senen Kian Moncer
"Semua orang melihat pertandingan terakhir ketika Argentina melawan Inggris, tujuh menit terakhir itu menurut saya luar biasa. Kalau dulu ada Tangan Tuhan, sekarang ada kaki Messi yang dua kali assist yang terjadi gol, menurut saya luar biasa," ujarnya.
Meski demikian, Pramono juga menilai laga final kali ini memiliki cerita yang menarik. Ia menyinggung hubungan Messi dengan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, yang sempat viral karena pernah dimandikan Messi saat masih bayi.
"Tetapi ini juga ada sejarah bahwa di Spanyol itu ada Yamal yang dulu pernah dimandiin Messi. Jadi cerita tentang final bola kali ini sangat epik sekali," ucapnya.
Pramono juga mempersilakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyaksikan pertandingan tersebut, mengingat final digelar pada dini hari dan hanya berlangsung empat tahun sekali.
Namun, ia mengingatkan agar kegiatan menonton tidak sampai mengganggu kinerja para ASN.
"Kalau kemudian ada ASN Jakarta yang nonton, ya monggo-monggo aja. Yang penting kerjanya jangan kemudian berkurang, walaupun pertandingannya di dini hari," katanya.
Pramono mengungkapkan dirinya juga berencana menghadiri acara nonton bareng final Piala Dunia di Jakarta International Stadium (JIS).
"Saya termasuk nanti ada di JIS yang rencana nonton bareng. Menurut saya ya monggo-monggo aja, ini kan empat tahun sekali. Momentum ini tentunya kegembiraan, monggo-monggo aja," tuturnya.
Euforia Final Piala Dunia 2026 di Pasar Senen
Suasana di salah satu toko bendera di Pasar Senen, Jakarta Pusat, tampak lebih sibuk dari biasanya. Tangan-tangan cekatan para pedagang merapikan lembaran bendera berbagai negara yang baru saja dipesan pelanggan.
Ada yang memasang bendera kecil ke tiang mini untuk meja kerja, ada pula yang melipat bendera berukuran besar sebelum dikemas dan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.
Momen menjelang partai final Piala Dunia 2026 menjadi berkah tersendiri bagi para penjual atribut sepak bola.
Euforia masyarakat yang ingin mendukung tim favoritnya membuat permintaan bendera negara peserta melonjak drastis, terutama setelah dipastikan laga puncak akan mempertemukan Spanyol dan Argentina.
Di Toko Rivshultan Royal yang berada di Pasar Senen lantai dasar Blok III Nomor 3, aktivitas melayani pembeli nyaris tak berhenti.
Sejak pagi, pesanan terus berdatangan, baik dari pelanggan yang datang langsung ke toko maupun melalui berbagai platform belanja daring.
Pemilik toko, Dyos, mengatakan perhelatan Piala Dunia selalu menjadi momen yang dinanti para pedagang atribut olahraga.
Tahun ini, peningkatan penjualan bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
"Alhamdulillah ada event Piala Dunia ini, penjualan bendera meningkat sampai 100 persen. Yang paling banyak dicari tetap negara-negara besar seperti Argentina, Portugal, Spanyol, Brasil, sampai Prancis," ujar Dyos saat ditemui Wartakotalive.com, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, setiap fase turnamen memberikan pola penjualan yang berbeda. Antusiasme pembeli biasanya sangat tinggi saat kompetisi baru dimulai, kemudian sedikit melandai di tengah fase grup.
Namun, ketika memasuki babak perempat final hingga final, permintaan kembali melonjak.
"Kalau awal turnamen memang ramai. Tengah-tengah sempat biasa saja. Tapi begitu masuk perempat final, semifinal, apalagi final, orang mulai berburu lagi bendera negara yang masih bertanding," katanya.
Final yang mempertemukan Argentina dan Spanyol membuat kedua bendera tersebut menjadi barang yang paling banyak dicari.
Bahkan hingga siang hari, toko masih melayani pengiriman pesanan yang terus masuk.
Tak hanya ukuran besar yang diminati, bendera mini untuk meja kantor juga laris diburu. Ukuran mungil tersebut banyak dipilih karena praktis digunakan sebagai dekorasi saat menonton pertandingan bersama.
Dyos menjelaskan, tokonya menyediakan berbagai ukuran bendera, mulai dari ukuran meja berukuran 15 x 25 sentimeter yang dijual sekitar Rp10.000 hingga bendera besar berukuran 90 x 135 sentimeter dengan harga sekitar Rp100.000.
"Kalau sekarang yang paling banyak keluar ya Argentina dan Spanyol. Dari kemarin sampai hari ini masih terus ada pesanan," ujarnya.
Menariknya, pembeli tidak hanya berasal dari Jakarta. Berkat penjualan secara daring melalui berbagai marketplace, pesanan datang dari hampir seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Dyos, sejumlah daerah di Indonesia Timur menjadi salah satu pasar yang cukup besar untuk atribut sepak bola, khususnya bagi negara-negara seperti Portugal dan Brasil yang memiliki banyak pendukung.
"Pengiriman ada ke mana-mana. Manado, Papua, NTT juga banyak. Hampir seluruh Indonesia kita kirim lewat jasa ekspedisi," katanya.
Meski sebagian besar pembeli membeli satuan, jumlah pesanan yang masuk selama penyelenggaraan Piala Dunia mencapai ratusan bendera dari puluhan negara peserta.
Fenomena ini menunjukkan bahwa demam Piala Dunia bukan hanya terasa di stadion atau layar televisi, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi para pelaku usaha kecil.
Selembar bendera yang berkibar di rumah, kantor, atau kafe menjadi simbol dukungan sekaligus membawa rezeki bagi pedagang yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup dari penjualan atribut.
Bagi Dyos, setiap empat tahun sekali selalu ada cerita yang berbeda. Negara yang melaju ke babak akhir otomatis menjadi magnet penjualan.
Semakin dekat dengan laga final, semakin banyak pula masyarakat yang ingin menunjukkan dukungan mereka dengan mengibarkan warna kebanggaan tim favorit.
Kini, dengan duel akbar Spanyol melawan Argentina di partai final Piala Dunia 2026, tumpukan bendera di rak-rak toko terus berkurang.
Sebaliknya, kardus-kardus berisi pesanan semakin banyak memenuhi sudut toko, siap diberangkatkan ke berbagai penjuru Nusantara.
Di luar momentum Piala Dunia, usaha yang dijalankan Dyos juga melayani pembuatan berbagai kebutuhan percetakan dan promosi, seperti atribut partai, konveksi, biro reklame, printing, hingga sablon. Pemesanan dapat dilakukan secara langsung di toko, melalui WhatsApp 081275948806, maupun toko daring DYOS_ADVERTISING.
Sementara itu, pedagang perlengkapan olahraga lainnya di lantai 2 Pasar Senen, Riko, mengatakan antusiasme masyarakat mulai terasa sejak turnamen memasuki fase gugur. Menurutnya, jersey tim-tim unggulan menjadi produk yang paling banyak dicari pembeli.
"Yang paling banyak dicari itu Argentina, Spanyol, Inggris, Prancis, sama Portugal," kata Riko saat ditemui di Pasar Senen.
Ia menjelaskan, harga jersey yang dijual bervariasi tergantung bahan dan tipenya. Untuk jersey kualitas standar dibanderol sekitar Rp250 ribu, sedangkan tipe yang lebih premium dijual hingga Rp350 ribu.
"Kalau sekarang harganya mulai Rp250 ribu. Ada juga yang Rp350 ribu, tergantung bahan sama tipenya," ujarnya.
Riko mengungkapkan peningkatan penjualan sudah terjadi sejak sekitar satu bulan lalu. Dalam sehari, ia mengaku mampu menjual lebih dari dua hingga empat lusin jersey, meski jumlahnya bergantung pada ramai tidaknya pengunjung.
"Ramainya sudah dari sebulan lalu. Penjualan per hari bisa lebih dari dua lusin sampai empat lusin," ucapnya.
Selain melayani pembelian satuan, tokonya juga menerima pembelian dalam jumlah besar untuk dijual kembali.
Pemesanan tidak hanya dilakukan secara langsung di toko, tetapi juga melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Selain jersey, bendera negara peserta Piala Dunia juga menjadi barang yang cukup diminati. Salah satu bendera yang paling banyak dicari adalah Argentina.
"Bendera juga lumayan laku, terutama Argentina," katanya.
Bendera berukuran besar tersebut dijual dengan harga sekitar Rp75 ribu per lembar. Selain itu, toko Riko juga menjual berbagai perlengkapan pendukung lainnya seperti bola dan syal tim nasional.
Riko berharap antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia tetap tinggi hingga pertandingan final sehingga penjualan perlengkapan sepak bola terus meningkat.
Menurutnya, turnamen sepak bola terbesar di dunia itu selalu menjadi momentum yang mendongkrak omzet pedagang perlengkapan olahraga di Pasar Senen. (m27)