TRIBUN-SULBAR.COM- Suara ketukan halus yang terdengar dari mesin motor sering membuat pemilik kendaraan langsung menduga ada masalah pada rantai keteng. Padahal, bunyi seperti "tek-tek" tidak selalu berasal dari komponen tersebut.
Dalam beberapa kasus, sumber masalah justru berada di bagian bawah mesin, tepatnya pada mekanisme penghubung piston dengan poros engkol.
Mekanik Harry Anggi menjelaskan bahwa setang piston atau connecting rod yang mulai mengalami keausan dapat menimbulkan celah.
Baca juga: Bengkel Motor di Ulumanda Majene Dimasuki Maling Rokok Jualan Hingga Oli Raib Kerugian Rp1 Juta
Baca juga: Harga Oli Tembus Rp95 Ribu per Botol, Pengguna Motor Sangat Terbebani
Ketika mesin bekerja, celah tersebut memicu benturan kecil yang terdengar sebagai suara ketukan.
Menurutnya, kerusakan biasanya dipicu oleh ausnya bantalan pada sambungan connecting rod dengan kruk as. Semakin besar kelonggaran yang terjadi, semakin jelas pula suara yang dihasilkan.
Meski sekilas mirip dengan suara rantai keteng, karakter bunyi akibat connecting rod yang aus memiliki perbedaan.
Ketukan biasanya terdengar lebih keras saat putaran mesin berubah, misalnya ketika pengendara membuka gas lalu menurunkannya kembali.
Pada kondisi itu, beban mesin berubah sehingga suara akan lebih mudah terdengar.
Karena memiliki gejala yang hampir sama, pemeriksaan langsung oleh mekanik menjadi langkah terbaik sebelum memutuskan mengganti komponen tertentu.
Mengabaikan bunyi ketukan dari dalam mesin bukanlah keputusan yang bijak. Jika terus digunakan, kelonggaran pada connecting rod dapat memengaruhi gerakan piston sehingga gesekan dengan dinding silinder menjadi tidak normal.
Akibatnya, permukaan silinder bisa tergores, tenaga mesin menurun, konsumsi oli meningkat, hingga biaya perbaikan menjadi jauh lebih mahal.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan connecting rod atau kruk as sudah aus, mekanik umumnya menyarankan penggantian satu set komponen tersebut agar mesin kembali bekerja secara presisi.
Proses perbaikannya juga cukup kompleks karena mesin harus dibongkar hingga bagian bawah. Oleh sebab itu, pemilik motor perlu memperhitungkan biaya suku cadang sekaligus ongkos pengerjaan.
Jika mesin mulai mengeluarkan bunyi ketukan yang tidak biasa, jangan menunggu hingga kerusakan semakin parah.
Pemeriksaan lebih awal dapat mencegah kerusakan merembet ke komponen lain dan menghemat biaya perbaikan dalam jangka panjang.(*)