BGN Akan Tata Ulang Penerima Manfaat, Bakal Hentikan MBG Buat Anak Keluarga Mampu?
GH News July 17, 2026 02:08 PM
Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji penataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu opsi yang dibahas adalah menghentikan pemberian MBG kepada anak-anak yang berasal dari keluarga menengah ke atas atau kelompok desil sosial 8, 9, dan 10.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Rabu (15/7/2026).

"Pokoknya soal penataan penerima manfaat. Tadi ada diskusi-diskusi di dalam bahwa untuk mereka yang katakanlah ada di desil 8, 9, 10 yang mapan, kaya, kaya sekali, itu memang tidak akan diberikan lagi," kata Agustina.

Meski begitu, Agustina menegaskan kebijakan tersebut belum diputuskan. Presiden Prabowo meminta seluruh usulan dikaji secara mendalam sebelum diambil keputusan.

Menurut Agustina, salah satu tantangan dalam penataan penerima manfaat adalah kondisi di sejumlah sekolah yang siswanya berasal dari berbagai latar belakang ekonomi.

"Misalnya ada sekolah negeri yang muridnya 50 persen berasal dari desil menengah ke bawah dan sisanya menengah ke atas. Jangan sampai nanti ada yang menerima, ada yang tidak," ujarnya.

Prabowo Minta Kajian Matang

Agustina mengatakan Presiden Prabowo mengingatkan agar pemerintah tidak terburu-buru mengubah kebijakan yang menyangkut puluhan juta penerima manfaat.

Saat ini, program MBG disebut telah menjangkau sekitar 63 juta penerima.

"Pak Presiden minta dikaji benar-benar setiap kebijakan yang akan diambil. Tidak perlu terburu-buru. Karena memang tidak mudah mengambil sebuah kebijakan untuk jutaan orang," katanya.

Menurut Agustina, berbagai aspek perlu dipertimbangkan sebelum keputusan diambil, mulai dari dampak psikologis hingga pelaksanaan di lapangan.

"Nah, Pak Presiden meminta kami mengkaji lagi yang seperti itu. Kami diberi waktu kurang lebih satu bulan, silakan dikaji lagi," ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut berbagai usulan dan pendapat mengemuka. Namun, Prabowo belum memberikan keputusan final terkait penghentian MBG bagi anak-anak dari keluarga mampu.

"Ada usulan, ada yang setuju, ada yang tidak setuju. Intinya, Pak Presiden meminta semuanya dikaji lagi. Beliau tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan dan ingin benar-benar berhati-hati," pungkas Agustina.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.