Wakil Bupati Lamongan Tutup MPLS Ramah dan Tegaskan Larangan Perundungan
Cak Sur July 17, 2026 03:32 PM

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Wakil Bupati (Wabup) Lamongan, Dirham Akbar Aksara, secara resmi menutup pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah di SMP Negeri 1 Babat dan PAUD Al-Wardah pada Jumat (17/7/2026).

Penutupan ini, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian program MPLS Ramah yang telah berlangsung serentak selama lima hari di seluruh satuan pendidikan se-Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim).

Dalam arahannya, Wabup Lamongan menegaskan bahwa masa transisi dari jenjang sekolah dasar (SD) menuju sekolah menengah pertama (SMP) membutuhkan pendampingan yang intensif.

Sekolah dituntut untuk mampu menghadirkan atmosfer belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan guna mempermudah adaptasi siswa baru.

Komitmen MPLS Ramah: Tegas Cegah Tindakan Perundungan

Salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan dalam pelaksanaan MPLS Ramah tahun ini, adalah pencegahan aksi perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Dirham secara khusus memberikan edukasi dan peringatan bagi para siswa di semua tingkat agar saling menjaga keharmonisan.

"Bagi yang kelas VII jangan ada bullying atau perundungan. Untuk kelas VIII dan IX, jadilah kakak yang membimbing adik-adiknya agar nyaman bersekolah di SMP Negeri 1 Babat dan mampu berprestasi untuk menggapai cita-citanya," tutur Dirham.

Ia menambahkan, bahwa masa pengenalan lingkungan ini merupakan fondasi awal bagi proses sosial siswa baru dengan iklim akademik yang berbeda.

"Selama satu minggu MPLS bertujuan mengenalkan adik-adik pada lingkungan sekolah yang baru. Dari SD ke SMP tentu ada perubahan, baik dalam interaksi sosial dengan teman sebaya maupun dengan kakak kelas," ia menambahkan.

Transformasi Orientasi Sekolah Tanpa Perploncoan

Kepala SMP Negeri 1 Babat, Muhammad Munir, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan dukungan penuh dari Pemkab Lamongan terhadap dunia pendidikan di wilayahnya.

"Ini merupakan bukti bagaimana apresiasi dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Lamongan terhadap pelaksanaan MPLS Ramah dan dunia pendidikan secara umum. Dukungan pemerintah menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas," kata Munir.

Menurut Munir, konsep MPLS modern telah bertransformasi total dari masa lalu.

Jika dahulu kegiatan orientasi siswa identik dengan aksi fisik dan perploncoan, kini paradigma tersebut diubah menjadi kegiatan yang edukatif, inklusif, dan berorientasi penuh pada kenyamanan peserta didik.

Fakta Penting Pelaksanaan MPLS Ramah Lamongan 2026

Berikut beberapa fakta kunci mengenai jalannya penutupan MPLS Ramah di Kabupaten Lamongan:

  • Durasi Pelaksanaan: Program berlangsung secara serentak selama lima hari penuh untuk seluruh jenjang sekolah di Kabupaten Lamongan.
  • Hasil Pemantauan Lapangan: Berdasarkan kunjungan kerja Wakil Bupati ke beberapa lokasi, seluruh sekolah dinilai sukses menyelenggarakan kegiatan yang aman, kondusif, dan ramah anak.
  • Daya Tampung SMPN 1 Babat: Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah ini menerima total 357 siswa baru untuk kelas VII, menjadikannya jumlah penerimaan terbanyak di wilayah Lamongan sekaligus membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat.

Melalui bekal motivasi dari Wakil Bupati Lamongan, pihak sekolah berharap ratusan siswa baru ini dapat segera beradaptasi dengan budaya belajar yang positif, dan mampu menorehkan prestasi gemilang demi masa depan mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.