SRIPOKU.COM – Mantan wing back Sriwijaya FC periode 2011–2015, M. Shobran, memprediksi Timnas Spanyol bakal menjuarai Piala Dunia 2026.
Spanyol akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina pada babak final Piala Dunia 2026 yang berlangsung Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
"Laga Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia? Berat ini. Kalau secara analisis permainan, memang Spanyol mungkin lebih unggul," ungkap M. Shobran kepada Sripoku.com.
Pesepak bola kelahiran Palembang, 6 Juli 1983, itu mengawali karier bersama PS Palembang. Selanjutnya, ia merantau memperkuat sejumlah klub, di antaranya PSPS Pekanbaru, Persma, PSS Sleman, Persiba, Persib, Persikab, hingga akhirnya menutup karier profesionalnya bersama Sriwijaya FC pada 2016.
"Posisi Spanyol saat ini untuk defisit kebobolan cuma dua gol. Sedangkan Argentina sudah kebobolan sekitar lima sampai enam gol. Jadi, feeling saya Spanyol lebih unggul dari Argentina," kata mantan pemain PS Palembang yang akrab disapa Obong.
Putra tokoh sepak bola Palembang, almarhum Hatta Saleh, itu juga memiliki pemain favorit dari kubu Spanyol.
"Pemain Spanyol yang saya favoritkan di final adalah Lamine Yamal (Barcelona) dan kapten Timnas Spanyol, Rodri (Manchester City). Karena di lini tengah, Rodri sangat stabil dan mampu mengatur ritme permainan," ujar Obong, yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai Dispenda Provinsi Sumatera Selatan.
Selama gelaran Piala Dunia 2026, Obong mengaku belum pernah mengikuti acara nobar (nonton bareng).
"Belum sempat nobar, belum ada undangan," pungkasnya.
• Analisis Pengamat Terkait Strategi Gibran Memperkuat Basis PSI di Sumatera Selatan
Sepanjang Piala Dunia 2026, tim asuhan Luis de la Fuente tampil konsisten dengan performa yang terus meningkat. Setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde pada laga pembuka, Spanyol bangkit dengan meraih enam kemenangan beruntun. Mereka mengalahkan Arab Saudi 4-0, Uruguay 1-0, Austria 3-0, Portugal 1-0, Belgia 2-1, hingga menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal.
Produktivitas lini depan yang dibarengi pertahanan solid menjadi salah satu faktor yang membuat Opta lebih mengunggulkan La Roja. Spanyol juga hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen sehingga dinilai memiliki keseimbangan permainan yang sangat baik.
Di sisi lain, Argentina datang ke final dengan modal yang tidak kalah impresif. Sang juara bertahan berhasil menyapu bersih seluruh pertandingan yang telah dijalani selama turnamen. Keberhasilan menembus final juga membuat Lionel Messi dan rekan-rekannya menjaga peluang menciptakan sejarah sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada edisi 1962.
Sebelum semifinal dimainkan, Opta bahkan sempat memprediksi Inggris sedikit lebih berpeluang mencapai final dibandingkan Argentina. Namun, kenyataannya Albiceleste mampu membalikkan prediksi tersebut dan memastikan tiket ke partai puncak.
Statistik Bukan Penentu Hasil
Meski Spanyol lebih diunggulkan, probabilitas yang dirilis Opta bukanlah jaminan hasil akhir pertandingan. Simulasi superkomputer dibuat berdasarkan berbagai data, seperti performa tim, kualitas pemain, hasil pertandingan sebelumnya, hingga model statistik yang terus diperbarui sepanjang turnamen.