TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) mencatat pencapaian yang cukup menggembirakan dari perolehan Pajak Bumi dan Bangunan, Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Target yang telah ditetapkan pada September nanti pun diyakini bisa tercapai.
Kepala BKAD Kulon Progo, Sudarmanto mengatakan hingga pertengahan Juli 2026 ini, perolehan PBB-P2 Kulon Progo sudah sekitar Rp 29 miliar.
"Perolehannya sudah mencapai 71,29 persen dari target perolehan PBB-P2 tahun ini yang sebesar Rp 41 miliar," katanya pada Jumat (17/07/2026).
Sudarmanto mengatakan sebanyak 5 kalurahan berhasil melunasi PBB-P2 hingga 100 persen dari wajib pajak.
Kalurahannya adalah Kranggan, Brosot, Gulurejo, Ngentakrejo, dan Kebonharjo.
Melihat capaian sejauh ini, ia meyakini bahwa target perolehan PBB-P2 2026 sebesar Rp 41 miliar bisa tercapai pada September ini.
Sebab pembayaran PBB-P2 bisa dilakukan hingga tanggal jatuh tempo 30 September nanti.
"Kami yakin melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, target pelunasan bisa tercapai 100 persen pada September nanti," ujar Sudarmanto.
Baca juga: Juru Parkir Korban Dugaan Tabrak Lari di Monjali Sleman Meninggal Dunia
BKAD Kulon Progo telah menjalin kerjasama dengan perbankan guna mempermudah pelunasan PBB-P2. Masyarakat sebagai wajib pajak kini bisa melunasi PBB-P2 secara online.
Sudarmanto mengatakan pihaknya memberikan apresiasi pada 5 kalurahan yang berhasil melunasi PBB-P2 hingga 100 persen sebelum jatuh tempo.
Apresiasi itu sebagai bentuk penghargaan pada semua pihak yang mampu memenuhi kewajibannya.
"Keberhasilan itu juga mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kesadaran serta kepatuhan memenuhi kewajiban perpajakan," jelasnya.
Seremoni pemberian apresiasi digelar pada Kamis (16/07/2026) di Aula Adikarta, Kantor Sekretariat Daerah Kulon Progo. Apresiasi diberikan oleh Bupati Kulon Progo Agung Setyawan.
Ia mengaku gembira dengan capaian perolehan PBB-P2 di tahun 2026. Sebab capaiannya terbilang tinggi di tengah kondisi ekonomi yang masih sangat dinamis.
"Capaian itu membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan kinerja yang membanggakan," kata Agung.(alx)