Manfaatkan Momentum MPLS, Dinsos P3A Purwakarta Bentengi Siswa Baru dari Bullying hingga Narkoba
Seli Andina Miranti July 17, 2026 03:11 PM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan belajar bagi peserta didik baru.

Di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, momentum tersebut juga dimanfaatkan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) untuk memperkuat pendidikan karakter melalui edukasi pencegahan perundungan (bullying), kekerasan terhadap anak, serta bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza).

Salah satu kegiatan berlangsung di SMP Negeri Satu Atap Cilingga, Kecamatan Darangdan. Melalui sosialisasi tersebut, para siswa dibekali pengetahuan sejak dini agar mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.

Dalam pemaparannya, Dinsos P3A menjelaskan berbagai bentuk perundungan, penyebab, hingga dampak psikologis dan sosial yang dapat dialami korban.

Baca juga: SMK di Sukabumi Gandeng Polisi untuk Isi MPLS, Cegah Balap Liar hingga Tawuran

 Para siswa juga diajak memahami langkah-langkah pencegahan agar budaya saling menghargai dapat tumbuh sejak awal mereka memasuki dunia sekolah.

Tak hanya itu, materi juga menyoroti pencegahan kekerasan terhadap anak. 

Peserta dikenalkan pada tanda-tanda kekerasan yang perlu diwaspadai sekaligus didorong memiliki keberanian untuk melapor apabila menjadi korban maupun menyaksikan tindakan kekerasan di lingkungan sekitar.

Edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan Napza turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. 

Siswa diberikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang dapat mendorong seseorang terjerumus, dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, hingga pentingnya membangun ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif.

Perwakilan Dinsos P3A Kabupaten Purwakarta, Dandi Prima Kusumah, mengatakan pendidikan karakter dan upaya pencegahan harus dimulai sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan sekolah. 

Menurutnya, edukasi merupakan langkah paling efektif untuk membangun kesadaran sekaligus melindungi anak dari berbagai ancaman yang dapat menghambat tumbuh kembang mereka.

"Pencegahan harus dimulai dari edukasi. Kami berharap para siswa memahami hak dan kewajibannya, mampu menghargai sesama, menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan ramah anak," ujar Dandi kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Ia menegaskan, setiap anak berhak memperoleh rasa aman selama berada di lingkungan pendidikan. Karena itu, seluruh unsur sekolah, mulai dari guru, orang tua, hingga peserta didik, perlu memiliki komitmen yang sama dalam membangun budaya sekolah yang saling menghormati, peduli, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Baca juga: SDN 2 Salakaria Ciamis hanya Terima 1 Murid Tahun Ini, Muridnya Tak Ikut MPLS karena Sakit

Menurut Dandi, keberanian untuk melapor juga menjadi elemen penting dalam memperkuat sistem perlindungan anak di sekolah. Dengan adanya kepedulian dari seluruh warga sekolah, kasus perundungan maupun kekerasan diharapkan dapat dicegah sejak dini.

"Melalui sosialisasi ini, kami berharap peserta didik baru mampu mengenal budaya sekolah yang positif sejak hari pertama, membangun karakter yang berakhlak dan bertanggung jawab, serta menjadi generasi yang berani menolak perundungan, kekerasan, dan penyalahgunaan Napza," ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.