Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan mencatat 377 kejadian kedaruratan non-kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Dari jumlah tersebut, evakuasi sarang tawon menjadi layanan penyelamatan yang paling banyak dilakukan.
Kepala Bidang Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengatakan tugas personel Damkarmat tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga memberikan pelayanan penyelamatan terhadap berbagai kondisi darurat masyarakat, mulai dari evakuasi satwa, pohon tumbang, hingga bantuan penyelamatan lainnya.
"Selama Januari hingga Juli 2026, personel Damkarmat telah melakukan 377 tindakan penyelamatan non-kebakaran di berbagai wilayah Kabupaten Lampung Selatan," kata Rully, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan data operasional Damkarmat, evakuasi sarang tawon menjadi penanganan terbanyak dengan total 229 kejadian atau lebih dari separuh seluruh kasus non-kebakaran. Selanjutnya, evakuasi ular menempati urutan kedua dengan 79 kejadian.
Selain itu, petugas juga menangani berbagai evakuasi satwa lainnya, seperti kucing sebanyak 11 kejadian, biawak delapan kejadian, beruk atau monyet tiga kejadian, bangkai anjing dua kejadian, bangkai tikus dua kejadian, serta dua penemuan mayat.
Damkarmat juga menangani masing-masing satu kejadian evakuasi tupai, buaya, tokek, kerbau, serta penyelamatan seekor anjing yang masuk ke kolam warga.
Di luar penanganan satwa, petugas turut memberikan layanan penyelamatan terhadap berbagai kondisi darurat lainnya. Selama tujuh bulan terakhir, Damkarmat menangani 16 kasus pelepasan cincin yang tersangkut di jari warga dan 14 kejadian pohon tumbang.
Kasus lain yang ditangani meliputi penanganan tabung gas, tabung gas bocor, penyelamatan anak tenggelam, jari terjepit, kail pancing yang tertancap di kaki, hingga evakuasi jari yang tersangkut di dalam botol, masing-masing sebanyak satu kejadian.
Dari sisi wilayah, Kecamatan Kalianda menjadi daerah dengan jumlah penanganan non-kebakaran terbanyak, yakni 116 kejadian selama Januari hingga Juli 2026. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Jati Agung sebanyak 63 kejadian, Kecamatan Natar 58 kejadian, dan Kecamatan Tanjung Bintang 40 kejadian.
Wilayah lain yang tercatat menerima layanan penyelamatan Damkarmat yakni Sidomulyo sebanyak 22 kejadian, Ketapang 14 kejadian, Katibung dan Palas masing-masing 10 kejadian, Candipuro sembilan kejadian, Sragi dan Merbau Mataram masing-masing delapan kejadian, Way Panji enam kejadian, Rajabasa empat kejadian, Tanjung Sari dan Bakauheni masing-masing tiga kejadian, Way Sulan dua kejadian, serta Penengahan satu kejadian.
Rully menegaskan seluruh laporan kedaruratan yang diterima dari masyarakat akan ditindaklanjuti oleh personel Damkarmat sebagai bagian dari layanan penyelamatan di luar penanganan kebakaran.
Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Damkarmat tidak hanya berperan dalam pemadaman api, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai kondisi darurat yang berpotensi mengancam keselamatan di Kabupaten Lampung Selatan.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)