TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Bangkai paus bungkuk yang sempat muncul ke permukaan akhirnya kembali dikuburkan aparat kepolisian dan desa setempat di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Kamis 16 Juli 2026 malam.
Posisi penguburan dilakukan di sebelah barat atau sekitar 200 meter dari posisi awal. Perpindahan lokasi ini diharapkan agar bangkai paus tidak tergerus air pasang lagi ke depannya.
Menurut informasi yang diperoleh, proses penanganan bangkai paus dimulai sekitar pukul 16.00 WITA. Selama proses penanganan, juga dipantau langsung oleh Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati serta jajaran.
Baca juga: Tim JSI Buat Kubangan Agar Paus Bungkuk yang Terdampar di Pantai Perancak Jembrana Bali Tetap Lembab
Diawali dengan ritual matur piuning atau memanjatkan doa untuk memohon agar segala prosesnya aman dan lancar.
Kemudian dilanjutkan dengan pengerukan pasir oleh alat berat dan dilanjutkan memindahkan paus untuk dikuburkan.
Segala prosesnya akhirnya berhasil dilakukan dengan aman dan lancar sekitar pukul 21.00 WITA.
Perbekel Perancak, I Nyoman Wijana menuturkan, kemunculan bangkai paus ke permukaan karena tergerus air laut pasang.
Baca juga: TULANG Bangkai Paus Terdampar di Jembrana Akan Dimanfaatkan Bagi Keperluan Museum, Digarap PKBSI!
Ia kemudian berkoordinasi dengan para pihak untuk melakukan penanganan dengan cara penguburan kembali.
Sore hari sekitar pukul 16.00 WITA, kata dia, proses penguburan kembali akhirnya dilakukan. Sesuai hasil kesepakatan, kuburan paus akhirnya dipindah ke sebelah barat lokasi awal.
"Jaraknya sekitar 200 meter ke barat dari lokasi awal," ungkap Wijana saat dikonfirmasi, Jumat 17 Juli 2026.
Dia berharap, dengan lokasi saat ini, bangkai paus tersebut sudah aman dari ganasnya air laut pasang.
Baca juga: TERDAMPAR! Tulang Paus Sperma Raksasa Rencananya Dimanfaatkan Untuk Keperluan Museum
Pihaknya juga mengapresiasi jajaran kepolisian yang mengawal penuh proses penguburan ulang paus bungkus sepanjang 7,7 meter ini.
"Kemarin dari awal hingga selesai dikawal oleh kepolisian. Kami harap peristiwa kemarin tidak terjadi lagi kedepannya. Semoga selalu aman dari air laut pasang," harapnya.
Terpisah, Kapolsek Kota Jembrana, IPDA I Ngurah Agus Dwi Widiatmika Putra mengatakan hal senada. Selama proses penanganan, dikawal pihak kepolisian yang langsung dihadiri Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati hingga proses selesai.
"Astungkara kemarin malam sudah dikuburkan kembali. Lokasinya dipindah ke sebelah barat dari lokasi awal," jelasnya.
Ia berharap, kemunculan bangkai paus tidak terulang kembali. Sebab, hal tersebut sempat menyebabkan gangguan ke masyarakat karena sudah menimbulkan bau yang menyengat.
"Kami harap kejadian serupa tidak terulang kembali. Kami juga mengapresiasi pihak desa dan desa adat setempat yang ikut mengawal," harapnya. (*)