TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG – Upaya membentengi generasi muda dari pengaruh negatif judi online terus dilakukan Polres Singkawang melalui pendekatan edukatif.
Kasat Binmas Polres Singkawang IPTU Budi Anggoro bersama personel Satbinmas memberikan penyuluhan dan edukasi kepada sekitar 150 siswa-siswi serta tenaga pendidik di Aula SMP Negeri 3 Singkawang, Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah, Kamis 17 Juli 2026.
Dalam kegiatan tersebut, IPTU Budi Anggoro menyampaikan bahwa judi online bukan sekadar permainan, melainkan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Melalui penyuluhan ini, para pelajar diajak memahami berbagai dampak buruk judi online agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai modus dan promosi yang beredar di media sosial maupun platform digital.
Materi yang disampaikan meliputi bahaya kecanduan akibat sistem permainan yang dirancang membuat pemain terus ingin bermain, kerugian finansial yang dapat menguras tabungan hingga memicu utang, serta dampak terhadap kesehatan mental seperti stres, kecemasan, hilangnya konsentrasi, bahkan depresi.
Selain itu, dijelaskan pula bagaimana judi online dapat merusak hubungan sosial karena mendorong seseorang untuk berbohong dan merugikan orang-orang di sekitarnya.
Kasat Binmas juga mengingatkan bahwa segala bentuk perjudian, termasuk judi online, merupakan tindakan yang melanggar hukum di Indonesia.
Pelaku, penyelenggara, maupun pihak yang mempromosikan judi online dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi secara positif.
• MPLS untuk Masa Depan, Polsek Parindu Bekali Siswa SMPN 6 Empaong dengan Edukasi Positif
Melalui suasana yang interaktif, para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Satbinmas Polres Singkawang berharap edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran para pelajar untuk menjauhi judi online, memperkuat karakter, serta lebih fokus dalam belajar demi meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 peserta tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Polres Singkawang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, melalui berbagai kegiatan pembinaan dan penyuluhan sebagai langkah preventif dalam menciptakan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari berbagai bentuk penyimpangan sosial.
Jauhi Ngelem dan Bullying
Polres Singkawang melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter generasi muda melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi di lingkungan sekolah.
Kasatbinmas Polres Singkawang IPTU Budi Anggoro bersama personel Satbinmas menjadi pemateri dalam kegiatan penyuluhan di SD Karuna, Jalan S.M. Tsjafioeddin, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Jumat 17 Juli 2026
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan lem (ngelem), dampak buruk bullying, serta pentingnya tertib hukum sejak usia dini.
Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar para siswa mampu mengenali berbagai bentuk perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kasatbinmas IPTU Budi Anggoro menjelaskan bahwa ngelem bukanlah permainan, melainkan tindakan berbahaya yang dapat merusak kesehatan fisik maupun mental. Menghirup uap lem secara sengaja dapat menyebabkan pusing, mual, gangguan pernapasan, kerusakan otak, hati, dan ginjal, bahkan berisiko menyebabkan kematian.
Selain itu, kebiasaan tersebut juga berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, prestasi sekolah, hingga perubahan perilaku yang dapat merugikan masa depan anak.
Selain penyalahgunaan lem, para siswa juga dibekali edukasi mengenai berbagai bentuk bullying, mulai dari kekerasan fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying.
Dijelaskan pula bahwa tindakan perundungan tidak hanya menyakiti korban, tetapi juga berdampak negatif terhadap pelaku maupun saksi yang menyaksikan kejadian tersebut.
Oleh karena itu, siswa diajak untuk saling menghormati, menjaga pertemanan yang sehat, serta berani melaporkan kepada guru atau orang tua apabila melihat ataupun mengalami tindakan bullying.
Melalui kesempatan tersebut, Satbinmas juga mengajak para siswa untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat, menjauhi berbagai bentuk kenakalan seperti membolos, merokok, tawuran, penyalahgunaan media sosial, maupun perilaku yang melanggar hukum.
Para siswa diingatkan agar memilih teman yang membawa pengaruh baik, menghormati orang tua dan guru, mematuhi tata tertib sekolah, serta tidak ragu meminta bantuan kepada guru atau orang tua apabila menghadapi suatu permasalahan.
Kegiatan yang diikuti sekitar 450 peserta, terdiri dari siswa-siswi dan tenaga pendidik SD Karuna Singkawang ini berlangsung dengan tertib, interaktif, dan penuh antusiasme.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasatbinmas IPTU Budi Anggoro, AIPDA Hery Sumarsono selaku PS Kanit Binpolmas, dan AIPDA Mernawati, S.Sos., selaku PS Kanit Binkamsa.
Diharapkan melalui edukasi sejak usia dini ini, tumbuh generasi yang sehat, berkarakter, taat hukum, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying maupun penyalahgunaan zat berbahaya.