Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan mencatat 59 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026. Kebakaran rumah tinggal menjadi kasus yang paling dominan dengan 30 kejadian.
Baca juga: Damkarmat Lamsel Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Katibung
Kepala Bidang pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengatakan tingginya angka kebakaran rumah menjadi perhatian karena sebagian besar kejadian dapat dicegah melalui peningkatan kewaspadaan masyarakat.
"Berdasarkan data rekapitulasi Januari sampai Juli 2026, terdapat 59 kejadian kebakaran dengan kebakaran rumah menjadi kasus yang paling banyak terjadi, yakni 30 kejadian," ujar Rully dalam laporan rekapitulasi kebakaran, Jumat (17/7/2026).
Selain kebakaran rumah, Damkarmat mencatat tujuh kebakaran lahan dan lima kebakaran kendaraan bus. Sejumlah kejadian lainnya terjadi pada fasilitas umum, gudang, pabrik, kawasan industri, serta berbagai objek usaha.
Beberapa objek yang masing-masing tercatat mengalami satu kali kebakaran di antaranya pabrik kopra, gudang penyimpanan, gudang minyak, pabrik penyulingan minyak cengkeh, fasilitas pengelolaan sampah, instalasi listrik, ruko, pondok pesantren, hingga rumah makan.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan terdapat 12 objek kebakaran yang tidak berhasil ditangani. Jumlah itu terdiri atas 10 rumah tinggal, satu lahan, dan satu rumah yang terbakar akibat sambaran petir.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Kalianda menjadi daerah dengan jumlah kebakaran terbanyak, yakni sembilan kasus. Selanjutnya Kecamatan Natar dan Jati Agung masing-masing mencatat delapan kasus, disusul Tanjung Bintang dengan tujuh kasus.
Wilayah lain yang mencatat kejadian kebakaran yakni Palas sebanyak lima kasus, Penengahan empat kasus, serta Sidomulyo, Tanjung Sari, dan Candipuro masing-masing tiga kasus.
Sementara Katibung dan Rajabasa masing-masing mencatat dua kasus. Adapun Sragi, Ketapang, Way Sulan, Bakauheni, dan Way Panji masing-masing mencatat satu kasus. Kecamatan Merbau Mataram menjadi satu-satunya wilayah yang tidak mencatat kejadian kebakaran selama periode tersebut.
Damkarmat juga mencatat terdapat 11 kejadian berdasarkan wilayah yang masuk kategori tidak dapat ditangani, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Tanjung Sari sebanyak tiga kasus dan Katibung dua kasus.
Rully mengatakan dominasi kebakaran rumah menunjukkan pentingnya peningkatan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait penggunaan instalasi listrik yang aman serta penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan rumah.
Selain memperkuat upaya pencegahan, Damkarmat juga akan melakukan evaluasi terhadap kejadian yang tidak dapat ditangani. Evaluasi tersebut mencakup waktu tanggap, hambatan akses menuju lokasi, kesiapan armada, serta ketersediaan sumber air, terutama di wilayah yang jauh dari pos pemadam.
"Data ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan penanggulangan kebakaran sekaligus memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat," kata Rully.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )