Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah bergerak cepat merespons berbagai keluhan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon yang belakangan ini marak disuarakan warga melalui media sosial.
Menyikapi persoalan yang menjadi kebutuhan mendasar publik tersebut, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga bersama Wakil Bupati Muchsin Hasan mengambil tindakan dengan turun langsung.
Dan berkantor di Rumah Sakit rujukan regional tersebut selama hampir satu pekan guna mengurai sumbatan pelayanan secara langsung.
Langkah berkantor di RSUD Datu Beru ini dilakukan untuk memetakan persoalan.
Yaitu mulai ketersediaan air bersih, pembenahan sistem kebersihan, hingga persoalan ketersediaan obat-obatan yang kerap dikeluhkan pasien.
Menurut Haili Yoga, sebagai Rumah Sakit rujukan yang tidak hanya melayani masyarakat Aceh Tengah, tetapi juga pasien dari Bener Meriah dan Gayo Lues, pembenahan kualitas pelayanan di rumah sakit ini tidak bisa ditunda lagi.
"Alhamdulillah, semenjak kami berkantor di rumah sakit, yang sudah memasuki hari keenam hari ini, masalah-masalah tersebut semuanya sudah teratasi dengan baik," ujar Haili Yoga dalam sebuah bincang Podcast bersama Tribun Gayo dengan Host, Intan Mutia, Kamis (16/7/2026)
Terkait keluhan gangguan pasokan air bersih yang krusial bagi operasional rumah sakit, Haili Yoga mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah telah mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat berupa pembuatan sumur bor.
Kehadiran sumur bor baru ini diproyeksikan menjadi solusi mandiri ketika pasokan air dari PDAM setempat mengalami kendala teknis sehingga pelayanan kepada pasien tidak terganggu.
"Terkait tentang rumah sakit, ada sebagian airnya. Terus kita cari solusi, ada bantuan dari pemerintah pusat untuk sumur bor.
Jadi sekarang sudah ada sebuah sumber air. Kalau nanti PDAM ada halangan, ada terkendala, sudah ada sumur bor sudah cukup.
Berarti ini sudah clear," kata Haili Yoga menjelaskan solusi teknis tersebut.
Pembenahan juga menyasar kebersihan lingkungan rumah sakit dengan menerapkan kesepakatan baru yang mengikat pihak ketiga penyedia jasa kebersihan atau cleaning service.
Manajemen rumah sakit kini menerapkan jadwal pembersihan berkala yang ketat mulai pukul 06.00 WIB hingga malam hari demi menjaga area perawatan tetap steril dan bebas sampah.
Selain itu, penertiban kawasan tanpa rokok di lingkungan rumah sakit kini didukung langsung oleh personel Satpol PP guna membantu tugas pengamanan internal.
Mengenai kelangkaan obat-obatan tertentu yang kerap memicu keresahan warga.
Haili Yoga menerangkan bahwa pemerintah daerah telah duduk bersama jajaran BPJS Kesehatan dan Kimia Farma.
Dari pertemuan tersebut disepakati skema permintaan khusus kepada BPJS agar obat-obat langka yang hanya dibutuhkan untuk kasus medis tertentu tetap dapat disediakan dengan cepat tanpa membebani keuangan operasional rumah sakit.
"Kami undang juga BPJS apa penyebabnya, ternyata ada solusi bahwa kalau memang ada obat langka itu kita harus ada permintaan khusus ke BPJS.
Nah BPJS ini nanti menyampaikan kepada Kimia Farma sehingga obat itu tersedia," ucap Haili Yoga.
Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan menambahkan, upaya pembenahan pelayanan kesehatan ini juga diselaraskan dengan optimalisasi kinerja di 17 Puskesmas yang tersebar di wilayah kecamatan.
Dengan memaksimalkan pelayanan kesehatan di tingkat dasar, penumpukan pasien rujukan di RSUD Datu Beru diharapkan dapat diminimalisasi.
Salah satu langkah konkretnya adalah penguatan pemahaman mengenai 144 jenis penyakit yang secara medis wajib dituntaskan di tingkat Puskesmas tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit umum, sepanjang indikasi medisnya memungkinkan.
"Upaya yang kami lakukan dengan Pak Bupati adalah merupakan upaya atas nama pemerintah daerah dalam rangka untuk meningkatkan seluruh aspek pelayanan publik.
Dan hari ini kami lebih berfokus kepada sektor pelayanan kesehatan baik dari 17 Puskesmas yang ada di Kabupaten Aceh Tengah," tutur Muchsin Hasan.
Melalui sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah serta keterbukaan dalam menerima masukan dari masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan publik yang prima dan humanis.
Pemerintah daerah mendorong warga untuk tidak ragu menyampaikan kritik dan masukan secara terbuka.
Yaitu melalui saluran komunikasi resmi maupun media sosial sebagai bahan evaluasi berkelanjutan bagi peningkatan mutu layanan kesehatan di Aceh Tengah. (*)
Baca juga: RSUD Datu Beru Takengon Mulai Terapkan JKA Berbasis Data Desil, Warga Diminta Cek Status
Baca juga: 14 Anak Jalani Operasi Bibir Sumbing di RSUD Datu Beru Takengon
Baca juga: Perawat RSUD Datu Beru Takengon Dinonaktifkan Usai Video di Ruang Operasi Viral