Steel Box Girder Jembatan Baru Kutablang Mulai Dipasang, Pembangunan Masuki Tahap Krusial
Saifullah July 17, 2026 05:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pembangunan Jembatan baru di Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, memasuki salah satu tahapan paling penting.

Proses pemasangan struktur utama jembatan kini mulai dilakukan dengan mendorong Steel Box Girder (SBG) atau balok baja utama menuju pilar tengah sebagai penopang bentang jembatan baru.

Tahapan tersebut menjadi penanda bahwa proyek duplikasi jembatan yang menghubungkan Jalan Nasional Banda Aceh–Medan terus mengalami kemajuan sesuai tahapan konstruksi.

Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah I, Fachruddin mengatakan, proses pendorongan Steel Box Girder mulai dilakukan sejak beberapa hari terakhir dan masih terus berlangsung hingga Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, pekerjaan saat ini difokuskan pada pemasangan bentang tengah sepanjang 57 meter yang menjadi bagian paling vital dari struktur jembatan.

"Proses hari ini masih mendorong Steel Plate Girder sepanjang 57 meter menuju pilar A2,” katanya.

Baca juga: Oprit Jembatan Kutablang Bireuen Mulai Ditimbun, Progres Pembangunan Capai 71,80 Persen

“Saat ini, ada dua bentang yang sedang didorong, dan setelah Shalat Jumat, akan dipasang satu bentang lagi untuk menyambung ke pilar A2,” terang dia.

“Total untuk dua lajur, terdapat 10 unit Steel Plate Girder," ujar Fachruddin kepada Serambinews.com saat meninjau langsung pekerjaan di lokasi,” Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, proses pendorongan dilakukan secara bertahap menggunakan kendaraan berat dan peralatan khusus agar posisi balok baja tetap presisi saat bergerak menuju titik pemasangan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, rangkaian Steel Box Girder yang berada di sisi barat jembatan telah dirakit terlebih dahulu sebelum didorong perlahan menuju pilar tengah.

Komponen tersebut merupakan struktur utama yang nantinya akan menopang beban kendaraan yang melintasi jembatan baru.

Fachruddin menambahkan, hingga saat ini rangkaian penghubung di bagian depan telah berhasil terdorong sekitar enam meter.

Proses tersebut telah berlangsung sekitar satu pekan dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga bentang sepanjang 57 meter dapat mencapai posisi akhir di pilar A2.

Baca juga: VIDEO - Perbaikan 20 Keping Lantai Jembatan Kutablang Masih Tersisa 15 Keping

"Karena ukurannya sangat besar dan berat, proses pendorongan harus dilakukan perlahan dengan pengawasan ketat agar tetap aman dan sesuai perhitungan teknis," katanya.

Selain pemasangan struktur baja utama, pekerjaan lain juga terus dilakukan secara bersamaan. BPJN Aceh menjadwalkan pengecoran trotoar di sisi jembatan arah Banda Aceh mulai dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) besok.

Sementara itu, di sisi Timur yang mengarah ke Medan, pekerjaan masih difokuskan pada penggalian dan penimbunan oprit sebagai akses menuju jembatan baru agar nantinya dapat tersambung dengan badan jalan nasional.

Pengaturan Arus Lalu Lintas

Sementara itu, di tengah berlangsungnya pembangunan, arus lalu lintas di jalur nasional Banda Aceh–Medan tetap dapat dilalui kendaraan.

Pengaturan lalu lintas masih menggunakan sistem buka tutup melalui jembatan sementara yang berada di samping lokasi pembangunan.

Petugas terus mengawasi kelancaran arus kendaraan agar aktivitas pembangunan tidak mengganggu mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik yang melintasi jalur tersebut.

Meski demikian, pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jembatan darurat.

Sebab, sebagian lantai jembatan bailey yang digunakan sementara dilaporkan mengalami sedikit pergeseran dari posisi dudukannya sehingga perlu dilintasi dengan hati-hati.

BPJN Aceh berharap seluruh tahapan pemasangan Steel Box Girder dapat berjalan lancar sehingga pekerjaan konstruksi berikutnya dapat segera dilanjutkan.

Penyelesaian jembatan baru ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus transportasi di jalur nasional Banda Aceh–Medan yang selama ini menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Aceh.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.