TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Terbongkar sudah teka-teki pembunuhan dari warga Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, I Nyoman Cita (50).
Pelaku ternyata merupakan sesama warga Desa Negari berinisial ANPP (30).
Bahkan korban dan terduga pelaku ternyata masih 1 banjar, yakni di Banjar Negari.
Kerabat dari Nyoman Cita tidak menyangka, pelaku ternyata orang yang masih mereka kenal. Bahkan masih berada dalam lingkup satu banjar.
Baca juga: Empat SD Masuk Kajian Regrouping, Disdikpora Buleleng Data Anak Belum Sekolah hingga 31 Agustus
"Kami tidak menduga dia pelakunya. Makanya kami tidak bisa bilang apa, apalagi masih satu banjar," ujar adik dari Nyoman Cita, Ketut Buda Ana, Jumat (17/7/2026).
Buda Ana mengatakan, pelaku masih bujang. Ia tidak mengetahui apakah antara korban dan pelaku saling mengenal.
"Kani tidak terlalu dekat dan tidak pernah berhubungan dekat (dengan pelaku). Pelaku ini tinggal di Denpasar, jarang pulang,”
“Sehingga bagaimana gerak gerik dan kesehariannya juga tidak terlalu tau," ungkap Buda Ana.
Baca juga: Wali Kota Jaya Negara Buka Turnamen Tenis Meja Hari Pajak 2026, Sinergi dan Kolaborasi untuk Rakyat
Ia juga mengatakan, selama ini keluarga korban maupun keluarga pelaku tidak pernah ada masalah.
Meskipun demikian, ia berharap pelaku dapat dihukum dengan seberat-beratnya.
"Ini kan pembunuhan berencana, semoga hukumannya setimpal," harapnya.
Sementara Perbekel Desa Negari Gusti Ngurah Bagus Mahendra mengatakan, selama ini terduga pelaku memang tinggal di Denpasar dan jarang pulang ke Desa Negari.
"Pelaku tinggal di Denpasar selama ini, orangtuanya baru tinggal di Desa Negari," ujar Gusti Ngurah Bagus Mahendra.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Distribusi BBM Tetap Normal di Tengah Isu Transporter Mogok
Perbekel pun mengaku tidak mengetahui pasti, apa pekerjaan dari terduga pelaku di Denpasar.
"Kalau terduga pelaku kami kurang tau kesehariannya, ia jarang pulang. Kalau orangtuanya biasanya cari-cari wisatawan. Kalau orangtuanya masih aktif bermasyarakat," ungkapnya. (mit)