TRIBUN-TIMUR.COM, SELAYAR – Kapal Layar Motor atau KLM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, ternyata tidak hanya mengangkut puluhan penumpang.
Kapal tersebut juga membawa berbagai muatan barang dagangan dan ternak dalam jumlah besar.
Berdasarkan data Polres Kepulauan Selayar, KLM Nurul Salsa mengangkut 74 penumpang serta 10 ton beras, dua ton kopra, lima ton arang, empat ekor sapi, dan enam unit sepeda motor.
Kasubsi Penmas Polres Kepulauan Selayar, Aipda Suardi Andre Alimuddin, membenarkan rincian muatan kapal tersebut.
"Muatannya ada beras, kopra, arang, ternak sapi dan sepeda motor selain manusia," ujar Suardi, Kamis (17/7/2026).
Sementara itu, keluarga salah satu korban, Yusna, mengungkapkan detik-detik sebelum kapal tenggelam.
Menurutnya, kapal sempat diterjang gelombang tinggi dan angin kencang saat mesin mengalami mati total.
Kondisi tersebut membuat air laut terus masuk ke dalam kapal.
Baca juga: Tak Pilih Melaut, Keluarga Korban KLM Nurul Salsa Terjang Gelombang Demi Mencari Orang Tercinta
Mesin pompa alkon yang digunakan untuk menguras air tidak mampu mengimbangi derasnya air yang masuk.
Yusna mengatakan muatan kopra memperburuk kondisi kapal.
Sebab, kopra menyerap air sehingga bobotnya semakin berat.
Selain itu, muatan tersebut tidak dapat segera dibuang karena berada di bagian bawah kapal dan telah ditutup terpal.
"Apalagi kopra itu jumlahnya banyak dan tidak bisa dibuang saat kondisi kapal tengah kemasukan air karena dibungkus terpal dan berada di bagian bawah lantai satu kapal," katanya.
Setelah beberapa jam mengalami mati mesin dan terus kemasukan air, KLM Nurul Salsa akhirnya tenggelam di perairan antara Pulau Polassi dan Pulau Nambolaki.
Hingga kini, sebanyak 47 penumpang berhasil diselamatkan.
Satu orang ditemukan meninggal dunia.
Sementara 27 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Memasuki hari ketiga operasi pencarian, Basarnas Makassar menambah kekuatan armada laut dan udara untuk memperluas area pencarian korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan KN SAR Kamajaya dikerahkan dengan 32 personel untuk menyisir Sektor II seluas sekitar 90 nautical mile persegi.
Selain itu, pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin yang membawa 17 personel juga diterjunkan untuk melakukan pencarian melalui jalur udara.
Di sisi lain, KRI Marlin 877 tetap melanjutkan penyisiran di Sektor I dengan cakupan area sekitar 102 nautical mile persegi sesuai perencanaan operasi SAR.
"Pada hari ketiga operasi, kami menambah kekuatan SAR dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin. Pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal, baik dari laut maupun udara," ujar Arif.
Ia menambahkan operasi pencarian dilakukan secara terpadu bersama TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, SROP Selayar, serta nelayan setempat untuk memperbesar peluang menemukan 27 korban yang masih hilang.(*)