Komisi V DPR RI Soroti Keamanan Sekolah Rakyat Semarang, Minta Segera Pasang CCTV
deni setiawan July 17, 2026 06:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komisi V DPR RI menyebut, Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang masih perlu perbaikan secara infrastruktur.

Perbaikan itu meliputi segi keamanan, baik pengawasan maupun bangunan yang ramah anak.

Aspek keamanan menjadi prioritas para legislator yang melakukan kunjungan ke sekolah tersebut lantaran lembaga pendidikan ini nantinya bakal dihuni sekira 1.000 pelajar.

Baca juga: BREAKING NEWS, Ini Jadwal Sidang Perdana Fadia Arafiq di Tipikor Semarang

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Novita Wijayanti mengatakan, aspek keamanan perlu menjadi prioritas Sekolah Rakyat karena sekolah ini akan dihuni banyak siswa yang nantinya akan ada interaksi yang intensif. 

Alat pendukung keamanan yang mendesak agar segera dilakukan adalah pemasangan kamera pengawas CCTV.

"Kami minta ada pemasangan kamera CCTV sebagai pendukung pengawasan."

"Guru jadi mudah memonitoring kegiatan anak-anak," jelasnya, Jumat (17/7/2026).

Aspek keamanan yang disoroti oleh para legislator juga dari bentuk bangunan. Mereka menilai, Sekolah Rakyat di Semarang seperti bentuk tangga, paving, akses jalan kurang memadai.

Komisi yang bertugas di bidang infrastruktur dan perumahan itu meminta bangunan tersebut diperbaiki agar lebih ramah dengan keselamatan anak.

"Ada tangga, lantai, paving, akses jalan kurang baik diperhatikam agar memenuhi faktor keselamatan pelajar," bebernya.

Dia menyebut, faktor keamanan pelajar menjadi prioritas kunjungan Komisi V ke Sekolah Rakyat di Kota Semarang.

Dia menilai, keselamatan menjadi aspek penting karena Sekolah Rakyat menjadi pusat pembelajaran para generasi penerus.

• Kasus Koperasi BMJ Kendal Naik Penyidikan, Polda Jateng Periksa 8 Saksi

"Lokasi ini menjadi Kawah Candradimuka, tempat pembelajaran penerus bangsa menjadi generasi emas," ungkapnya.

Selain dukungan faktor keamanan digital dan infrastruktur, Novita juga meminta para guru di Sekolah Rakyat harus memberikan pengawasan secara intensif kepada para pelajar di sekolah boarding atau asrama.

Dia tidak ingin lembaga pendidikan tersebut muncul kasus-kasus yang tidak diharapkan seperti kasus kekerasan fisik maupun seksual.

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Nasdem, Fadholi menjelaskan, tempat ibadah juga harus dibangun secara memadai di Sekolah Ryang akan menampung 1.000 pelajar.

Tempat ibadah juga nantinya harus menampung kebutuhan siswa seusai keyakinannya masing-masing.

"Kami juga minta pengawasan harus maksimal, demi menjaga keamanan, pembinaan karakter dan pendidikan keamanan bisa berjalan secara baik," tuturnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.