TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wanua Wenang target tambah ribuan sambungan rumah baru.
Perusahaan yang beralamat di Jalan Yos Sudarso No.65, Paal Dua, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Mereka merencanakan 75 ribu sambungan baru di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Baca juga: Jawaban Andrei Angouw Wali Kota Manado Soal Aliran Air PDAM Sering Mati, Minta Maaf Kepada Warga
Target tersebut direncanakan tercapai hingga 2030.
Padahal belakangan PDAM Manado sedang disorot lantaran masalah aliran air sering mati.
Pemerintah Kota Manado tengah berpacu memetakan ulang wilayah-wilayah yang belum terjangkau pipa distribusi air bersih.
Langkah ini menjadi krusial di tengah target ambisius Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wanua Wenang untuk mengejar 75 ribu sambungan rumah (SR) baru hingga tahun 2030.
Rencana perluasan jaringan dan evaluasi pelayanan ini dibahas dalam Rapat Teknis Pelayanan Air Bersih yang dipimpin Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota Richard Sualang di Kantor PDAM Wanua Wenang, Paal II, Jumat (17/7/2026).
Rapat koordinasi ini melibatkan Sekretaris Kota Steaven Dandel, Kepala Dinas PUPR John Suwu, jajaran direksi PDAM, hingga seluruh camat se-Kota Manado untuk membedah mandeknya pasokan air di sejumlah kawasan permukiman.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama PDAM Wanua Wenang Meiky Taliwuna memaparkan peta mutakhir cakupan pelayanan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan pipa distribusi.
Dari paparan itu, wilayah-wilayah "blank spot" alias kawasan permukiman dan perumahan baru yang belum tersentuh pipa distribusi langsung diidentifikasi.
Wali Kota Andrei Angouw mendesak jajarannya, terutama para camat, untuk bergerak cepat menyisir wilayah yang belum teraliri air bersih.
"Setiap wilayah yang belum terjangkau harus dipetakan secara menyeluruh tanpa kecuali, agar bisa langsung dimasukkan dalam rencana pengembangan jaringan PDAM," ujar Andrei.
Salah satu sorotan tajam dalam rapat tersebut adalah tersendatnya pasokan air bersih di wilayah Bunaken Kepulauan.
Di kawasan wisata ini, masalahnya bukan sekadar ketiadaan pipa, melainkan pasokan listrik yang tidak stabil untuk mengoperasikan pompa air PDAM.
Andrei menegaskan, kendala teknis di pulau terluar tersebut tidak boleh mengorbankan hak warga mendapatkan air bersih.
Pemerintah Kota Manado menyatakan akan segera turun tangan berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) guna memastikan pasokan setrum untuk fasilitas pompa air terpenuhi.
Di sisi lain, Direktur Utama PDAM Wanua Wenang Meiky Taliwuna mengakui target ekspansi 75 ribu sambungan pada 2030 mustahil tercapai jika koordinasi di lapangan berjalan lambat.
Ia meminta para camat bertindak sebagai perpanjangan tangan PDAM dalam mendeteksi kebocoran, kerusakan pipa, maupun keluhan warga secara langsung.
"Sinergi erat dengan pemerintah kecamatan di tingkat tapak adalah kunci utama untuk mempercepat penyelesaian masalah di lapangan sekaligus melancarkan perluasan jaringan," kata Meiky. (ART)