Ketum KMHDI Tekankan Generasi Muda Harus Jadi Intelektual Kritis Sekaligus Perekat Persatuan
Glery Lazuardi July 17, 2026 07:36 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) bertema 'Persatuan Indonesia' digelar di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (16/7/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Wakil Direktur Politik Baintelkam Polri, perwakilan organisasi masyarakat Hindu nasional, organisasi Cipayung Plus tingkat nasional, serta kader KMHDI dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: KMHDI Minta DPR Segera Realisasikan Arahan Prabowo Soal Undang Tokoh Publik dan Mahasiswa

Ketua Umum PP KMHDI, Wayan Ardi Adnyana, menjelaskan bahwa pelaksanaan Rakernas ini menjadi forum menyatukan gagasan dan menyusun arah kebijakan serta program kerja kepengurusan periode 2026–2028.

Ia mengungkap forum ini turut berupaya menyatukan generasi muda untuk mampu menjadi perekat persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

"Di tengah berbagai dinamika ekonomi, sosial, dan kebangsaan, Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi perekat, bukan pemecah, menjadi solusi, bukan sekadar pengamat," kata Ardi, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya mahasiswa Hindu perlu tampil aktif ambil bagian sebagai kekuatan intelektual yang kritis, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada kesempatan tersebut, Ardi juga memperkenalkan visi kepengurusan PP KMHDI periode 2026–2028 yang mengusung semangat 'Transformasi KMHDI untuk Indonesia'.

Transformasi yang dimaksud tidak hanya menyangkut perubahan struktur organisasi, tetapi juga perubahan pola pikir, budaya kerja, serta peningkatan kontribusi nyata organisasi kepada masyarakat.

"Kami ingin menghadirkan KMHDI yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, lebih kuat dalam kaderisasi, lebih aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun bangsa," ujarnya.

Ia menambahkan seluruh program yang akan dirumuskan dalam Rakernas diarahkan agar tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kader, umat Hindu, dan masyarakat Indonesia secara luas.

Ardi turut mengapresiasi kepada pemerintah, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, para senior, alumni, serta seluruh mitra yang telah mendukung penyelenggaraan Rakernas XIV KMHDI.

Baca juga: Ketua MPR Ahmad Muzani Terima PP KMHDI, Bahas Peran Mahasiswa dalam Kemandirian Ekonomi

Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kepemudaan dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam memperkuat pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan forum tersebut sebagai ruang musyawarah yang sehat, terbuka, dan penuh semangat kekeluargaan.

"Berbeda pandangan adalah hal yang wajar, tetapi tujuan kita tetap satu, yaitu memajukan KMHDI dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia. Mari kita buktikan bahwa KMHDI akan terus tumbuh, berkarya, dan mengabdi untuk Indonesia," tegas Ardi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.