POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Anggota DPRD Belitung, Suherman, menyoroti keterlambatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Belitung yang belakangan kembali terjadi dan berdampak pada distribusi di sejumlah SPBU.
Menurut Suherman, keterlambatan distribusi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di SPBU dan membuat masyarakat khawatir akan ketersediaan BBM.
Ia juga menyoroti belum tersalurkannya BBM jenis Pertamax ke sejumlah SPBU dalam tiga hari terakhir. Padahal, menurutnya, Pertamax telah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat maupun instansi pemerintah.
"Pertamina harus memastikan distribusi BBM berjalan tepat waktu. Jangan sampai masyarakat terus dibuat khawatir karena pasokan yang terlambat," ujar Suherman pada Jumat (17/7/2026).
Selain itu, Suherman meminta Pertamina lebih memperhatikan kondisi pasang surut air laut yang kerap memengaruhi jadwal pengiriman BBM ke Belitung. Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya sudah dapat diantisipasi melalui perencanaan distribusi yang lebih baik.
Ia juga menilai kapasitas cadangan BBM di Belitung perlu ditingkatkan.
Jika saat ini stok penyangga hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar tiga hari, ke depan kapasitas penyimpanan seharusnya ditambah hingga mampu mencukupi kebutuhan selama 14 hari.
Tak hanya itu, Suherman mendorong pemerintah bersama Pertamina mempercepat pembangunan depo atau terminal BBM di kawasan Pelabuhan Tanjung Batu, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.
Keberadaan depo tersebut dinilai penting mengingat keberadaan jober yang ada hari ini sudah tidak bisa dikembangkan karna lokasinya sangat dekat dengan pemukiman penduduk untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus menjamin kelancaran distribusi BBM di Pulau Belitung.
"Kalau depo BBM dibangun di Belitung, pasokan akan lebih terjamin sehingga keterlambatan distribusi bisa diminimalkan dan masyarakat tidak lagi dihantui kekhawatiran akan kelangkaan BBM," katanya.
Ia berharap pemda dan Pertamina segera mengambil langkah konkret agar distribusi BBM ke seluruh SPBU berlangsung tepat waktu, sehingga antrean panjang maupun kepanikan masyarakat akibat keterlambatan pasokan tidak kembali terulang. (posbelitung.co/dede suhendar)