Mahasiswa Pertambangan USK dan UMK Malaysia Belajar Komunikasi Publik di Kantor Serambi Indonesia
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 20 mahasiswa dari Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK) dan Mineral Technology Program, Universiti Malaysia Kelantan (UMK) menggelar kunjungan media ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (17/7/2026) siang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian ASEAN Summer School on Responsible and Inclusive Mining 2026 yang berlangsung pada 6–20 Juli 2026 di Banda Aceh, Aceh Barat dan Nagan Raya.
Kunjungan ini mengusung tema "Public Communication for Responsible Mining: Popular Writing, Digital Media, Podcast, Newsroom, and Production & Distribution Process", yang bertujuan memperkenalkan pentingnya peran media sebagai komunikasi publik dalam mendukung praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Bukhari menekankan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjembatani informasi antara dunia industri, pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
Selain mendapatkan materi di ruang redaksi, para peserta juga diajak melihat secara langsung alur kerja newsroom Serambi Indonesia.
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Program Studi Teknik Pertambangan USK Ir. Haqul Baramsyah, S.T., M.Eng.Sc, didampingi para dosen, yakni Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc, Ir. Teuku Zulfikar, M.T., Ir. Deea Rizki Oziana, dan Ir. Zati Hulwani, S.T., M.T.
Sebanyak 10 mahasiswa Teknik Pertambangan USK bersama 10 mahasiswa Mineral Technology Program Universiti Malaysia Kelantan mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Kegiatan ini merupakan salah satu agenda pembelajaran dalam ASEAN Summer School on Responsible and Inclusive Mining 2026 yang mengangkat tema besar "Responsible and Inclusive Mining: Industrial Mining, Artisanal Mining, Governance, Sustainability, and Community Engagement."
Selain itu, peserta juga diharapkan mampu menerjemahkan berbagai isu teknis pertambangan menjadi informasi yang komunikatif, mudah dipahami masyarakat, serta mendukung transparansi dan tata kelola pertambangan yang bertanggung jawab.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)