Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Partai Aceh (PA) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), serta anggota DPRK kabupaten/kota dari Partai Aceh sebagai upaya meningkatkan kapasitas legislator dalam menjalankan fungsi pemerintahan, politik, dan pelayanan publik.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Juli 2026, di Aula Hotel Fajar, Kabupaten Bireuen, itu diikuti sebanyak 115 peserta dari seluruh Aceh.
Dari Kabupaten Aceh Timur, sebanyak 12 anggota DPRK turut mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas tersebut.
Salah seorang peserta, Ketua Komisi IV DPRK Aceh Timur, Fattah Fikri mengatakan, seluruh materi yang disampaikan selama pelatihan memberikan bekal penting bagi anggota legislatif untuk meningkatkan kualitas kinerja sebagai wakil rakyat.
Menurutnya, Bimtek tidak hanya membahas aspek teknis pelaksanaan tugas kedewanan.
Tetapi juga memperluas wawasan peserta mengenai dinamika pemerintahan, politik, serta tantangan yang dihadapi lembaga legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran.
Baca juga: PA Gembleng Ratusan Legislator dan Kepala Daerah dari Partai Aceh di Bireuen
"Seluruh pemateri memberikan ilmu, pengalaman, dan wawasan yang sangat berharga bagi kami,” katanya.
“Materi yang disampaikan menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, konstituen, dan Partai Aceh," ujar Fattah Fikri usai penutupan kegiatan, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, para narasumber berasal dari kalangan akademisi bergelar profesor dan doktor dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta.
Selain memiliki kompetensi di bidang ilmu politik dan pemerintahan, sebagian di antaranya juga memiliki pengalaman internasional dalam kajian kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai sistem pemerintahan, fungsi kelembagaan legislatif, strategi komunikasi politik, serta teknik pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Kemudian, penyusunan kebijakan publik, hingga perkembangan geopolitik yang dinilai berpengaruh terhadap arah pembangunan dan pengambilan keputusan di tingkat daerah.
Menurut Fattah, materi tersebut membuka perspektif baru bagi para legislator agar mampu menjalankan tugas secara lebih profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menilai, seorang anggota legislatif tidak hanya dituntut memahami regulasi.
Tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mampu membangun hubungan dengan masyarakat, serta memahami perubahan situasi politik yang berkembang.
Baca juga: PKS Aceh Gelar Bimtek Anggota Legislatif, Perkuat Kapasitas Hadapi Pemilu 2029
Fattah yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRK Aceh Timur mengaku tetap memperoleh banyak pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut, meski telah memiliki pengalaman panjang di lembaga legislatif.
"Walaupun saya pernah mengemban amanah sebagai Ketua DPRK Aceh Timur, kegiatan ini memberikan penguatan yang lebih komprehensif,” terang dia.
“Ilmu yang kami peroleh menjadi modal untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan, komunikasi publik, kemampuan public speaking politik yang santun, serta mempererat hubungan dengan konstituen," katanya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama Bimtek dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Sehingga setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat Aceh.
Selain itu, ia juga menilai peningkatan kapasitas anggota legislatif menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat sinergi antara DPRK, pemerintah daerah, masyarakat, dan Partai Aceh demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan akuntabel.
Fattah turut menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pimpinan Partai Aceh yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Bimtek menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya kader legislatif yang berkualitas, berintegritas, serta memiliki pemahaman yang kuat mengenai politik, pemerintahan, dan pelayanan publik.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala agar kemampuan para legislator terus berkembang seiring dengan dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.
Sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh.(*)