Sudah Sebulan Lebih Sungai Musi Surut, Begini Kondisi Terkini di Bawah Jembatan Ampera
Moch Krisna July 17, 2026 08:32 PM

 





TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG --
 Debit air Sungai Musi di Kota Palembang mengalami penyusutan cukup signifikan. Kondisi itu memunculkan hamparan daratan berupa lumpur dan pasir sepanjang hampir lima meter di tepian sungai, tepat di bawah Jembatan Ampera, Jumat (17/7/2026) sore.

Fenomena yang kerap terjadi saat musim kemarau tersebut mengubah pemandangan di kawasan ikon Kota Palembang. Sejumlah perahu cepat (speedboat) dan perahu kayu tradisional atau ketek yang biasanya bersandar di dekat bibir sungai kini harus berhenti lebih jauh karena munculnya daratan akibat surutnya air.

Meski cuaca di sekitar Jembatan Ampera terpantau mendung, permukaan air Sungai Musi masih terlihat terus mengalami penurunan. Kondisi ini mulai berdampak pada aktivitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi sungai sebagai sarana mobilitas sehari-hari.

Salah satu dampak paling terasa terjadi di dermaga penyeberangan. Dermaga apung, termasuk di kawasan Pelabuhan Penumpang 7 Ulu, ikut turun mengikuti permukaan air sehingga tangga penghubung menuju dermaga menjadi jauh lebih curam dibanding biasanya.

Kondisi tersebut dikeluhkan Nurbeda (45), warga yang rutin menggunakan perahu motor untuk berbelanja ke Pasar 16 Ilir.

Menurut perempuan yang akrab disapa Cek Nur itu, surutnya Sungai Musi memang merupakan fenomena tahunan. Namun, kondisi tahun ini membuat akses menuju dermaga menjadi lebih sulit sehingga pengguna jasa penyeberangan harus lebih berhati-hati.

"Sudah hampir sebulan lebih kalau tidak salah Sungai Musi surut. Sebenarnya ini fenomena tahunan dan bagi saya yang sering lewat sudah biasa. Tapi bagi orang yang baru melihat, kondisinya memang tampak ekstrem karena tangganya jadi curam sekali. Kalau tidak hati-hati bisa terpeleset," ujar Cek Nur kepada Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Jumat (17/7/2026).

Surutnya Sungai Musi juga dirasakan para serang atau nakhoda perahu ketek yang setiap hari melayani penyeberangan dari kawasan Seberang Ulu menuju Ilir maupun sebaliknya.

M. Taufan (59), salah seorang serang ketek, mengatakan permukaan air Sungai Musi tahun ini turun lebih cepat dibandingkan biasanya.

"Tahun ini Sungai Musi agak cepat surut. Airnya sudah sangat rendah sehingga kami tidak bisa lagi merapat ke bibir sungai karena ada pendangkalan yang menjorok hampir empat meter dari tepian," katanya.

Menurut Taufan, saat malam hari air memang sempat mengalami pasang, tetapi kenaikannya tidak terlalu tinggi sehingga belum banyak membantu operasional perahu.

Ia bersyukur dermaga yang digunakan merupakan dermaga apung sehingga tetap dapat mengikuti perubahan tinggi permukaan air. Meski demikian, keselamatan penumpang tetap menjadi perhatian utama.

"Untung dermaganya tipe apung sehingga ikut turun. Tapi penumpang sekarang harus ekstra hati-hati saat naik maupun turun tangga karena kemiringannya cukup tajam," pungkasnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.