TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Olahraga Hyrox mulai menjadi tren baru di Kota Makassar seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga yang menggabungkan lari dan latihan kekuatan fungsional dalam satu rangkaian latihan.
Popularitas Hyrox mulai terlihat dalam sekitar satu tahun terakhir setelah semakin banyak konten di media sosial dan bertambahnya penyelenggaraan event Hyrox maupun hybrid fitness di berbagai kota di Indonesia hingga luar negeri.
Personal Trainer Gallery Fitness by Dr Fit, Triny, mengatakan minat masyarakat Makassar terhadap Hyrox meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir karena banyak pelari maupun anggota gym penasaran dengan konsep olahraga tersebut hingga akhirnya mulai berlatih secara lebih serius.
"Menurut saya, tren Hyrox di Makassar mulai terlihat dalam sekitar satu tahun terakhir, terutama setelah semakin banyak konten di media sosial dan bertambahnya event Hyrox dan hybrid di berbagai kota maupun luar negeri, banyak pelari dan member gym mulai tertarik mencoba karena konsepnya yang unik," ujar Triny, Jumat (17/7).
Ia menjelaskan Hyrox merupakan olahraga yang mengombinasikan lari sejauh satu kilometer dengan delapan station latihan fungsional seperti sled push, sled pull, rowing, burpee broad jump, farmer carry, sandbag lunge, wall ball, hingga SkiErg yang dilakukan secara berurutan.
Menurutnya, perbedaan utama Hyrox dengan CrossFit adalah seluruh kompetisi memiliki format yang sama di seluruh dunia sehingga hasil setiap peserta dapat dibandingkan secara langsung, sedangkan dibanding bodybuilding olahraga ini lebih menitikberatkan pada daya tahan, kekuatan, dan kemampuan tubuh menghadapi aktivitas berintensitas tinggi.
Triny mengakui gerakan seperti sled push, burpee broad jump, wall ball, dan sandbag lunges menjadi tantangan terbesar karena membutuhkan kombinasi kekuatan, teknik, daya tahan otot, serta kemampuan menjaga ritme ketika tubuh mulai kelelahan.
"Hyrox bukan tentang siapa yang paling kuat di hari pertama, tetapi siapa yang mampu berlatih secara bertahap dan berkelanjutan tanpa cedera, dengan persiapan yang baik olahraga ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan termasuk pemula," katanya.
Sementara itu, Owner Gallery Fitness by Dr Fit, Iwan Wisudawan, mengatakan pihaknya mulai melirik tren Hybrid Training karena melihat perubahan pola olahraga masyarakat yang kini tidak hanya mengejar bentuk tubuh ideal, tetapi juga menginginkan tantangan, target yang terukur, dan latihan yang bisa dilakukan bersama komunitas.
"Sebagai dokter spesialis jantung, praktisi kebugaran, dan pemilik gym, saya melihat Hybrid Training sebagai salah satu bentuk olahraga yang dapat mengembangkan daya tahan kardiovaskular, kekuatan, stamina, dan kemampuan fungsional secara bersamaan," ujar Iwan.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Gallery Fitness yang terletak di Jl. Raceng Center 2 telah melengkapi fasilitas latihan mulai dari competition sled, SkiErg, rowing machine, treadmill, wall ball, sandbag hingga area latihan kekuatan yang memungkinkan peserta menjalani simulasi latihan maupun race bergaya Hyrox.
Iwan mengungkapkan tren Hyrox turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan antusiasme masyarakat yang datang ke gym, terutama dari kalangan profesional muda, pelari rekreasional, komunitas olahraga, hingga mereka yang sebelumnya telah aktif menjalani latihan beban.
Saat ini Gallery Fitness juga mulai membangun ekosistem latihan hybrid melalui program persiapan kompetisi, sesi simulasi race, hingga rencana membentuk kelas reguler dan komunitas Hybrid Training yang lebih terstruktur di Makassar.
"Gallery Fitness memiliki rencana menyelenggarakan workshop, community workout, latihan bersama, internal challenge, serta simulasi race dengan format hybrid fitness, dan saat ini kami sedang berproses menjadi affiliate resmi HYROX," ungkapnya.
Di sisi lain, salah seorang member Gallery Fitness, Andi Awal (37), mengaku langsung tertarik mencoba Hyrox karena sejak lama telah aktif di dunia lari, gym, dan Freeletics sehingga konsep olahraga tersebut terasa sesuai dengan karakter latihan yang selama ini dijalaninya.
"Sebelum tren Hyrox masuk saya memang sudah rutin nge-gym dan aktif di dunia lari, jadi motivasi utamanya bukan sekadar ikut tren, tetapi karena Hyrox menggabungkan endurance dan functional strength yang memang saya sukai," kata Andi.
Ia mengaku sesi latihan Hyrox memberikan tingkat kelelahan yang jauh berbeda dibanding latihan beban maupun kardio biasa karena tubuh dipaksa berlari dan langsung berpindah ke latihan beban fungsional tanpa waktu pemulihan yang panjang.
"Jujur, rasanya luar biasa melelahkan tapi sekaligus bikin ketagihan karena fatigue pada jantung dan otot terjadi secara bersamaan sehingga jauh lebih intense," ujarnya.
Menurut Andi, sled push menjadi station yang paling menguras tenaga kaki dan meningkatkan detak jantung secara drastis, sedangkan wall ball pada akhir sesi menjadi tantangan mental terbesar ketika tubuh sudah mencapai batas kemampuan.
Setelah rutin menjalani latihan Hyrox, ia merasakan peningkatan signifikan pada stamina, kemampuan pemulihan tubuh, kekuatan otot inti, serta efisiensi saat berlari sehingga tubuh menjadi lebih siap menghadapi aktivitas dengan intensitas tinggi.
"Saya tentu punya target mengikuti kompetisi resmi Hyrox, baik tingkat nasional maupun internasional kalau memang ada rezekinya, sekaligus ingin memotivasi teman-teman lain untuk ikut merasakan tantangan olahraga ini," tutup Andi.