'Lionel Messi adalah masa lalu, Lamine Yamal adalah masa depan' - Joan Laporta antusias melihat para pahlawan Barcelona saling berhadapan di final Piala Dunia antara Argentina dan Spanyol
Rina Kusumawati July 17, 2026 10:24 PM

Presiden Barcelona, Joan Laporta, meyakini bahwa final Piala Dunia antara Argentina dan Spanyol akan menjadi ajang pembuktian kekuatan La Masia, dengan legenda klub dan bintang muda berada di sisi yang berlawanan. Ia memuji warisan Lionel Messi sekaligus menegaskan bahwa Lamine Yamal adalah masa depan Barcelona, sambil menekankan bahwa identitas klub akan menjadi inti dari pertandingan besar tersebut.

La Masia menjadi sorotan utama

Laporta saat ini berada di New York menjelang final Piala Dunia yang akan berlangsung di Stadion MetLife, di mana Argentina dan Spanyol akan bertemu dengan sejumlah pemain Barcelona, baik yang masih aktif maupun mantan pemain, turut ambil bagian. Skuad Spanyol mencakup delapan pemain Barcelona, sementara Messi menjadi kapten Argentina.

Laporta mengatakan bahwa pengaruh klub akan terlihat jelas sepanjang pertandingan final, menggambarkan momen tersebut sebagai bukti lain kemampuan La Masia dalam melahirkan talenta kelas dunia. Ia juga menyoroti pentingnya menyaksikan para lulusan akademi Barcelona bersaing di panggung internasional tertinggi, terlepas dari tim mana yang akhirnya mengangkat trofi.

Messi dan Yamal: Pergantian generasi

Laporta merenungkan makna dari pertemuan Messi dan Yamal yang menjadi sorotan di dua kubu berbeda pada laga final ini. Sambil memuji kontribusi luar biasa Messi bagi Barcelona, ia juga menegaskan bahwa Yamal merupakan penerus estafet kejayaan klub.

“Messi juga berhasil mencapai final, dan saya sangat senang,” ujar Laporta kepada RAC1. “Dia adalah sumber kebanggaan bagi La Masia. Messi adalah masa lalu sekaligus masa kini, sementara Lamine adalah masa kini dan masa depan. Kami sangat bahagia memiliki gaya bermain sejati ala Barca.”

“Sebagai presiden, saya bangga karena dua pemain ini berkembang di rumah sendiri, dan jika kita tambahkan Joan Garcia, Eric Garcia, [Pau] Cubarsi yang tampil luar biasa di Piala Dunia, [Dani] Olmo, Gavi, Pedri, Ferran [Torres]... semuanya benar-benar luar biasa.”

Pengaruh Barcelona tetap terasa kuat

Laporta menilai bahwa final ini menjadi bukti lanjutan atas keberhasilan Barcelona dalam menghasilkan talenta kelas dunia lewat La Masia. Dengan banyaknya pemain yang memperkuat Spanyol serta Messi memimpin Argentina, ia percaya filosofi sepak bola klub tetap berpengaruh di level tertinggi.

Ia juga memuji generasi pemain Barcelona saat ini, dengan mengatakan: “Kami sangat bangga memiliki delapan pemain yang mewakili kami. Ini sangat penting bagi mereka, dan sebagai presiden, saya merasa sangat puas dan berterima kasih atas keberadaan para pemain bertalenta seperti mereka.”

“Di level tim nasional, ini adalah pertandingan terbaik yang bisa dimainkan, dengan gaya berbeda, dan wasit akan memainkan peranan besar. Argentina bermain lebih agresif, sementara Spanyol bermain lebih kompak dengan gaya permainan yang lebih menyerupai Barca. Barca adalah yang terbaik, dan semua orang mengakuinya.”

Panggung terbesar menanti

Argentina dan Spanyol akan saling berhadapan di final Piala Dunia dengan keterlibatan besar dari Barcelona di kedua sisi. Pertandingan ini tidak hanya akan menentukan juara dunia, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para lulusan La Masia — mulai dari Messi hingga Yamal dan para pemain Barcelona di skuad Spanyol — untuk meninggalkan jejak mereka di panggung sepak bola terbesar di dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.