TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan peninjauan langsung terhadap proyek perbaikan infrastruktur jalan provinsi di ruas Kotagajah–Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah.
Baca juga: Perbaikan Jalan Provinsi di Way Layap Berjalan, Pengendara Keluhkan Debu
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Mirza ini menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen penuh untuk menghadirkan infrastruktur jalan yang layak dan aman bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap seluruh aspek teknis selama proses pengerjaan berlangsung.
"Kita lihat jalannya bagai perjalanan... peninjauan jalan perbaikan. Karena ini sekarang sudah sedang berjalan, kita tidak ingin ada permasalahan di kualitas, di teknis, dan lain-lain," ujar Gubernur Mirza, Jumat (17/7/2026).
Ia juga menginstruksikan kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kontraktor pelaksana, konsultan, hingga tim pengawas lapangan, untuk menjaga profesionalisme dan mematuhi seluruh regulasi yang ada demi menghasilkan mutu jalan yang tahan lama.
"Kita jaga bagaimana kontraktor, konsultan, pengawas, itu bisa berjalan sesuai dengan aturan," tegasnya.
Ruas jalan Kotagajah – Gunung Sugih merupakan salah satu jalur logistik dan konektivitas vital di Kabupaten Lampung Tengah yang menjadi prioritas perbaikan Pemprov Lampung.
"Melalui pengawasan melekat ini, diharapkan hasil akhir dari proyek perbaikan jalan tersebut memiliki kualitas yang tinggi sehingga dapat memperlancar mobilitas warga dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," tutupnya.
Menunggu 11 Tahun
Penantian panjang masyarakat Kabupaten Lampung Tengah selama lebih dari satu dekade akhirnya menemui titik terang. Pemerintah Provinsi Lampung kini tengah mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di ruas vital penghubung ekonomi daerah tersebut.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan peninjauan langsung (monitoring) ke lokasi proyek rekonstruksi jalan ruas Lampung Tengah – Metro Wates pada hari ini.
Langkah ini diambil untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target guna mendongkrak perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Ruas jalan Metro-Wates yang menjadi urat nadi mobilitas warga ini sebelumnya berada dalam kondisi rusak parah selama kurang lebih 11 tahun.
Penantian belasan tahun tersebut kini terjawab lewat kebijakan intervensi dari pemerintah daerah demi memberikan akses yang layak bagi mobilitas warga.
"Masyarakat sudah menanti selama 11 tahun lamanya, dan berkat intervensi kebijakan ini, pembangunan jalan dengan spesifikasi beton rigid akhirnya bisa direalisasikan," ujar Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, Jumat (17/7/2026).
Jihan menjelaskan, proyek infrastruktur ini dirancang dengan kualitas tinggi menggunakan spesifikasi beton rigid (rigid pavement) guna mengantisipasi beban kendaraan yang melintas sehari-hari.
Pembangunan jalan sepanjang 1,3 kilometer ini direalisasikan dengan nilai anggaran mencapai Rp15 miliar.
Saat ini, kata dia, progres pengerjaan di lapangan dilaporkan telah menyentuh angka 41 persen.
Pemerintah Provinsi Lampung pun optimistis seluruh tahapan konstruksi pada segmen-segmen jalan tersebut dapat rampung sepenuhnya pada akhir Agustus mendatang.
Selain berfokus pada perkerasan jalan, Pemprov Lampung juga memastikan ketersediaan dan kebersihan saluran drainase di sepanjang jalur yang diperbaiki.
Pembersihan sedimen akan dilakukan secara menyeluruh sebelum dan sesudah pengerjaan proyek agar jalan tidak mudah rusak akibat genangan air.
Perbaikan jalan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga setempat.
Sebagai kawasan dengan mobilitas dan kepadatan penduduk yang cukup tinggi, ruas jalan Metro-Wates merupakan jalur utama bagi distribusi hasil pertanian.
Subandi, warga Dusun Notoharjo, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah yang sehari-hari melintasi jalan ini menyatakan rasa syukurnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang sebelumnya hancur lebur sangat menghambat transportasi hasil panen warga.
"Jalan ini sangat vital bagi perputaran ekonomi kami. Dengan diperbaikinya jalan ini, otomatis distribusi hasil pertanian kami menjadi lebih lancar, cepat, dan tidak terhambat lagi saat proses penjualan," tutur Subandi.
"Kalau masyarakat berharap komitmen pembangunan infrastruktur yang merata ini terus berlanjut di titik-titik krusial lainnya di Provinsi Lampung," tutupnya.
Perbaikan Maksimal
Harapan warga akhirnya mulai terlihat di ruas Jalan Pattimura perbatasan Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah setelah Pemerintah Provinsi Lampung resmi memulai proyek perbaikan jalan, Senin (11/5/2026).
Warga yang selama ini setiap hari berjibaku dengan jalan berlubang, genangan air, hingga kemacetan menyambut dimulainya pembangunan tersebut dengan penuh antusias.
Satu di antaranya dirasakan Ngatiyah, pedagang nasi keliling yang hampir setiap hari melintasi kawasan Banjarsari, Metro Utara, menggunakan sepeda motor.
Menurutnya, kondisi jalan rusak selama ini membuat aktivitas berdagang menjadi lebih berat karena harus ekstra hati-hati saat melintas.
“Susah kalau lewat sini, harus hati-hati, terutama dari arah Banjarsari mau ke Kota. Sedangkan saya setiap hari berjualan lewat sini,” kata Ngatiyah di lokasi groundbreaking, Senin.
Ia berharap perbaikan jalan benar-benar dikerjakan maksimal agar masyarakat tidak lagi kesulitan beraktivitas.
Bagi pedagang kecil seperti dirinya, akses jalan yang baik dinilai sangat berpengaruh terhadap kelancaran usaha dan pendapatan harian.
“Semoga dengan baiknya akses jalan, baik juga untuk para pelaku usaha dan masyarakat yang melakukan mobilitas,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Ilham, warga Lampung Tengah yang hampir setiap hari melintas menuju Kota Metro.
Ia mengatakan kerusakan Jalan Pattimura selama ini sudah lama menjadi keluhan masyarakat karena membahayakan pengendara dan memicu kemacetan.
“Bukan cuma saya yang mengharapkan perbaikan jalan ini, semua masyarakat yang melintasi Jalan Pattimura mulai dari pelajar, pengendara sepeda motor, pedagang pasar, pengendara mobil pribadi, pasti semuanya mengeluh saat jalan rusak. Ini yang ditunggu-tunggu,” kata Ilham.
Ia berharap proyek pembangunan tidak dikerjakan asal-asalan sehingga jalan bisa bertahan lama dan tidak cepat kembali rusak.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan proyek perbaikan ruas Jalan Pattimura sepanjang 1,1 kilometer tidak hanya fokus pada pengaspalan jalan, tetapi juga pembenahan drainase.
Menurutnya, sistem drainase menjadi faktor utama yang selama ini menyebabkan jalan cepat rusak akibat genangan air.
Pemprov Lampung akan menggunakan metode rigid beton atau perkerasan kaku agar jalan lebih tahan terhadap kendaraan bertonase berat maupun cuaca ekstrem.
( Tribunlampung.co.id / Fajar Ihwani Sidiq )