Krisis Semakin Parah, SPBU Kebun Tengah Aceh Tamiang Sudah 2 Hari tak Terima Pasokan BBM
Saifullah July 17, 2026 09:27 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Aceh Tamiang semakin parah, Jumat (17/7/2026).

Situasi kian buruk ini terlihat dari kondisi SPBU yang seluruhnya nyaris tidak ada aktivitas.

Operator di SPBU Kebun Tengah bahkan mengatakan mereka sudah tidak menerima kiriman BBM selama dua hari.

“Dari semalam (kemarin) sudah gak masuk, semuanya jenis BBM kosong,” kata seorang operator SPBU tersebut, Jumat (17/7/2026) siang.

Hal serupa terlihat di SPBU Tanahterban yang juga tampak sepi sepanjang pagi hingga siang. 

Menjelang sore, aktivitas mulai terlihat dengan antrean kendaraan berukuran besar.

Baca juga: Waduh! Krisis BBM di Aceh Tamiang belum Tuntas, DPRK Perkirakan Antrean SPBU Normal Pekan Depan

Namun hanya kendaraan bermesin diesel yang bisa mengisi BBM.

Sedangkan pengguna Pertalite dan Pertamax tetap gigit jari karena stoknya kosong.

Krisis BBM ini sudah mengganggu perekonomian dan aktivitas masyarakat. 

Krisis yang sudah berlangsung satu pekan lebih ini membuat sejumlah komoditas dagang langka dan harganya melambung naik.

“Contohnya semen, harganya suda Rp78 ribu. Sudah gitu barangnya tidak ada,” kata Ahmad, pengelola Yayasan Pendidikan di Karangbaru.

Diketahui, hampir seluruh sekolah di Aceh Tamiang sedang menjalankan program revitalisasi yang menggunakan anggaran APBN. 

Sejumlah pihak yang terlibat dalam program ini mengeluhkan harga material bangunan yang terus melambung.

Baca juga: Krisis BBM Berlanjut, SPBU di Aceh Tamiang Lengang

“Susah kali, semen sama pasir kosong. Kalaupun ada harganya sudah tidak wajar,” sambung Ahmad.

Ahmad menyampaikan, situasi ini berkaitan erat dengan krisis BBM yang membuat pengelola pengangkutan berpikir panjang untuk mendistribusikan dagangannya di tengah stok BBM yang sangat minim.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.