TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menerima bantuan peralatan kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (17/7/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Muhammad Iqbal Alisyahbana, kepada Pemerintah Kabupaten OKU yang diwakili Sekretaris Daerah OKU, Alva Elan, di Palembang.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi tiga unit mesin pompa air beserta perlengkapannya, 10 set alat pelindung diri (APD) pemadam kebakaran, serta 100 paket logistik sembako dengan nilai total sekitar Rp700 juta.
Alva Elan mengatakan seluruh peralatan tersebut akan langsung disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla selama status siaga darurat bencana masih berlaku.
"Seluruh peralatan akan di-standby-kan di Posko Utama BPBD OKU. Peralatan siap digunakan sewaktu-waktu, sedangkan logistik akan disalurkan apabila terjadi bencana," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026, Pemerintah Kabupaten OKU telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla sejak 8 Juni hingga 30 September 2026.
Baca juga: Karhutla OKI Capai 19 Kasus, Kabupaten OKI Kini Menyandang Status Zona Oranye Karhutla
Kabupaten OKU juga tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi di Sumatera Selatan.
Berdasarkan data BPBD Sumsel hingga 10 Juli 2026, jumlah hotspot tertinggi tercatat di Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 89 titik, disusul Muara Enim 71 titik, Ogan Komering Ilir (OKI) 67 titik, dan Kabupaten OKU 65 titik.
Pada kesempatan tersebut, Alva Elan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui BPBD Sumsel atas bantuan yang diberikan.
Menurutnya, dukungan sarana dan prasarana tersebut akan memperkuat kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten OKU dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.
Sementara itu, berdasarkan data BPBD Provinsi Sumatera Selatan, hingga 10 Juli 2026 telah terdeteksi 2.342 titik panas secara kumulatif di seluruh wilayah Sumsel sepanjang tahun ini, dengan 493 titik di antaranya terpantau hanya dalam 10 hari pertama Juli 2026.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com