Jakarta (ANTARA) - Komisi Yudisial (KY) mengerahkan tim turun ke lapangan melakukan verifikasi guna menelusuri rekam jejak calon hakim agung dan hakim ad hoc pada Mahkamah Agung (MA) periode 2026.

Anggota KY Bidang Rekrutmen Hakim Andi Muhammad Asrun dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, mengatakan tim mendatangi rumah, hingga kantor tempat para calon hakim agung dan hakim ad hoc itu berasal, untuk menggali informasi terkait fit and proper para kandidat.

“Sekarang tim sedang turun ke daerah, mendatangi rumah dan kantor calon-calon hakim agung dan ad hoc, melihat bagaimana fit and proper nya dia,” katanya.

Dia menyebut dari 42 calon hakim yang dinyatakan lolos seleksi kualitas tersebut, saat ini sedang diteliti rekam jejaknya oleh tim melalui kunjungan lapangan.

Pada 3 Juni 2026, KY melaksanakan seleksi kesehatan dan kepribadian terhadap 42 calon hakim agung dan ad hoc tersebut.

Saat ini proses seleksi calon hakim agung dan ad hoc Mahkamah Agung tersebut masih tahap verifikasi di lapangan guna menelusuri rekam jejak para calon.

Menurut dia, anggota komisioner yang berjumlah tujuh orang dibagi tugas untuk turun ke lapangan melakukan pendalaman rekam jejak calon hakim agung dan ad hoc tersebut. Proses penelusuran berjalan dengan baik meskipun memakan waktu hampir satu bulan.

Daerah yang paling jauh didatangi oleh komisioner yakni Sulawesi.

“Yang paling jauh kayanya Sulawesi, jadi didatangi rumahnya, kantornya dan lain-lain, kami menanyakan isu-isu soal kinerja, integritas, apakah dia (calon hakim) suka terima duit, suka bermain perkara itu ditanyakan semuanya,” ungkapnya.

Asrun menambahkan penelusuran rekam jejak tersebut diperlukan untuk memastikan calon hakim agung dan ad hoc memiliki kualitas moral dan profesionalitas yang memadai.

Setelah verifikasi lapangan ini, kata dia, hasilnya akan dipresentasikan dalam rapat pleno komisioner untuk menyaring 42 calon hakim tersebut menjadi 28 calon.

Asrun memperkirakan verifikasi lapangan penelusuran rekam jejak para calon hakim agung dan hakim ad hoc ini akan tuntas pada pekan ketiga bulan Juli 2026.

“Nanti kalau sudah ada jadwalnya kami informasikan,” katanya.

Diketahui sebanyak 36 calon hakim agung, empat calon hakim ad hoc hak asasi manusia (HAM) dan du calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi (Tipidkor) lolos seleksi kualitas dan melaju tahapan berikutnya berupa tes kesehatan dan seleksi kepribadian (profile assessment) pada 3-5 Juni 2026.

Dalam pengumuman yang dibacakan Komisioner KY Anita Kadir, Selasa (26/5), peserta yang lolos seleksi calon hakim agung berasal dari berbagai unsur, mulai dari hakim tinggi, pejabat Mahkamah Agung, akademisi, advokat, hingga konsultan pajak.

Pada kamar pidana, sejumlah nama yang lolos antara lain Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda Albertina Ho, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI Bambang Myanto, Sekretaris Mahkamah Agung Sugiyanto, serta Kepala Badan Strategi Kebijakan dan Diklat Hukum dan Peradilan MA Samsul Arif.

Sementara pada kamar tata usaha negara khusus pajak, peserta yang lolos berasal dari unsur hakim pajak, akademisi, dan konsultan pajak.

Untuk calon hakim ad hoc HAM di MA, empat peserta yang dinyatakan lolos seleksi kualitas yakni Edwin Partogi Pasaribu, Hendra, Roki Panjaitan, dan Ventje Bulo.

Adapun dua calon hakim ad hoc Tipikor yang lolos ialah Andreas Eno Tirta Kusuma dan Sudiyo.

KY juga membuka partisipasi publik untuk memberikan masukan terkait rekam jejak para peserta yang lolos seleksi, terutama menyangkut integritas, kapasitas, perilaku, dan karakter.

Seleksi ini dilakukan untuk mengisi kekosongan 11 jabatan hakim agung, yang terdiri atas dua hakim agung kamar perdata, empat kamar pidana, dua kamar agama, tiga kamar TUN khusus pajak, serta tambahan hakim ad hoc HAM dan Tipikor di MA.