TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, secara resmi membuka Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Sekolah Dasar Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Acara pembukaan ini berlangsung meriah di Asrama Haji Bekasi pada Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 17–18 Juli 2026, menjadi ajang pertemuan bagi para peserta terbaik dari 27 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Jawa Barat.
Para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang lomba Pendidikan Agama Islam sekaligus memperkuat karakter, kreativitas, dan pengamalan nilai-nilai keislaman.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam pada Sekolah, H. Asnawi, Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI SD, Asep Rohman Ruskandi, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Bekasi, Kepala Dinas Pendidikan, Pengawas, Kepala Seksi PAI se-Jabar, Ketua Tim pada Bidang PAIS dan guru Pendidikan Agama Islam, serta para peserta dan pendamping dari seluruh Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Dudu Rohman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bekasi yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pentas PAI Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
Menurut Dudu, pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban bangsa.
Pendidikan tidak hanya bertujuan mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan potensi, memperkuat daya pikir, serta menanamkan nilai-nilai moral agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
"Pendidikan agama harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari," tegas Dudu Rohman.
Ia menjelaskan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki kontribusi besar dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Karena itu, pendidikan karakter tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas, melainkan harus diwujudkan melalui keteladanan guru, lingkungan pendidikan yang kondusif, serta kegiatan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Dudu mengatakan Pentas PAI merupakan salah satu media pembinaan yang efektif karena tidak hanya menguji kemampuan akademik dan keterampilan seni keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan kepercayaan diri.
Melalui kegiatan ini, peserta didik didorong untuk mengaktualisasikan pemahaman agama dalam kehidupan nyata sekaligus mempererat ukhuwah antarpelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat.
"Jangan jadikan Pentas PAI hanya sebagai ajang mencari juara. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar, mempererat silaturahmi, meningkatkan kompetensi, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan yang akan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari," pesannya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta memanfaatkan ajang tersebut sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan potensi diri.
Menurutnya, keberhasilan Pentas PAI tidak hanya diukur dari raihan prestasi, tetapi juga dari lahirnya generasi yang religius, moderat, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bekasi sebagai tuan rumah Pentas PAI SD Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Ia berharap seluruh peserta, guru pembimbing, dan kontingen dapat merasakan pelayanan terbaik selama mengikuti kegiatan di Kota Bekasi.
Menurutnya, Pentas PAI tidak semata-mata menjadi ajang untuk meraih gelar juara, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat kompetensi, membangun karakter, dan mempererat persaudaraan antarpeserta dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga rasa syukur, menjunjung tinggi sportivitas, serta menikmati setiap proses kompetisi sebagai pengalaman yang akan membentuk pribadi yang lebih baik.
Pentas PAI SD Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan Pendidikan Agama Islam di sekolah sekaligus melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam karakter, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan semangat pendidikan yang berdampak.