TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Minat masyarakat Jakarta terhadap literasi ternyata masih cukup tinggi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono mencatat antusiasme dan minat pengunjung ke Perpustakaan Jakarta sangat tinggi, di mana angka kunjungan kini mampu mencapai rata-rata 13.000 orang per pekan.
"Dapat kami laporkan juga bahwa di tahun 2026 ini, tercatat di semester 1 ini ada 320.352 kunjungan yang hadir di Perpustakaan Jakarta.
Atau kalau dirata-rata, seminggu itu sekitar 13.000 pengunjung yang hadir saat ini," ujar Nasruddin dalam kegiatan Night at the Library di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026) malam.
Nasruddin menyampaikan, sejak pertama kali Perpustakaan Jakarta ini resmi beroperasi empat tahun lalu pasca direvitalisasi, total akumulasi pengunjung yang mendatangi Perpustakaan Jakarta sudah menembus angka 1,96 juta orang.
Menurutnya, data pertumbuhan yang masif ini menjadi bukti konkret bahwa keberadaan perpustakaan kini tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sudah melekat sebagai bagian dari gaya hidup urban.
"Tingkat data ini menunjukkan bahwa perpustakaan semakin diterima sebagai ruang publik yang hidup, tempat masyarakat datang untuk belajar, berdiskusi, berkarya, dan membangun jejaring," tuturnya.
Tingginya minat baca warga Jakarta ini tidak terlepas dari langkah inovasi layanan yang terus digulirkan Pemprov DKI untuk menarik para generasi muda mau datang ke Perpustakaan Jakarta.
Salah satunya, Night at the Library yang menghadirkan talkshow mengenai literasi dan konser musik dari sejumlah musisi tanah air.
Di mana dalam edisi kali ini menghadirkan Yovie Widianto, Dewi Lestari dan Mocca yang membuat kuota 800 pengunjung terisi penuh.
"Setelah reservasi dibuka langsung full, penuh langsung.
Hal ini menunjukkan bahwa inovasi layanan perpustakaan makin diterima dan dinantikan oleh masyarakat," ujarnya.
Nasruddin memaparkan, selain di Cikini, Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang di Kuningan, Jakarta Selatan yang baru diresmikan juga cukup tinggi angka pengunjung tiap harinya.
"Alhamdulillah pengunjungnya di Nyi Ageng Serang mencapai 1.000 pengunjung dalam sehari. Ini pencapaian luar biasa.
Buat teman-teman di Jakarta, ternyata keinginan untuk membaca ini sangat tinggi," jelas Nasruddin.
Menurutnya, langkah ini selaras dengan visi besar menyambut momentum 500 tahun kota Jakarta, di mana fokus pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada kualitas manusianya.
Pihaknya berharap transformasi layanan ini dapat memantapkan peran Perpustakaan Jakarta sebagai 'ruang ketiga' tempat interaksi sosial yang inklusif, nyaman, dan hidup di luar rumah serta tempat kerja.
"Kami percaya bahwa sekali lagi membangun kota tidak hanya membangun bangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusianya. Salah satunya dengan memastikan ruang-ruang literasi tetap hidup, inklusif, dan dapat dinikmati," ujar Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin, Diki Lukman Hakim menambahkan.