TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Madrasah setara Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kulon Progo baik negeri dan swasta turut menerima siswa baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027 ini.
Tingkat keterisiannya pun cukup tinggi.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo, Muhammad Dwi Putranto, mengatakan sejauh ini ada sebanyak 2.666 pelajar baru yang mendaftar ke madrasah.
"Ribuan pelajar baru ini mendaftar ke madrasah negeri dan swasta di Kulon Progo," kata Dwi pada Jumat (17/07/2026).
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1, MAN 2, dan MAN 3 Kulon Progo menjadi 3 tujuan terbanyak bagi pelajar baru.
Sebanyak 238 pelajar mendaftar ke MAN 2, menyusul MAN 1 sebanyak 173 pelajar, dan MAN 3 sebanyak 133 pelajar baru.
Sedangkan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) yang paling banyak pendaftarnya adalah MTsN 1 Kulon Progo dengan 160 pelajar baru.
Lalu MTsN 2 dan MTsN 6 yang sama-sama menerima 128 pelajar baru.
"Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) yang paling banyak menerima pelajar baru adalah MIN 1 Kulon Progo dengan 56 anak," ujar Dwi.
Baca juga: Manfaatkan MPLS, Diskominfo Kulon Progo Gencarkan Edukasi Literasi Digital ke Pelajar
Pihaknya juga mencatat ada sejumlah madrasah swasta yang menerima sedikit pelajar baru.
Bahkan ada yang tidak menerima pelajar baru sama sekali di tahun ini.
Madrasah tersebut adalah MI Muhammadiyah Garongan yang nihil pelajar baru.
Sementara di jenjang RA (Raudhatul Athfal) yang setara dengan Taman Kanak-kanak (TK), ada RA Wonobroto yang tidak mendapat pelajar baru tahun ini.
"Meski begitu data yang kami terima bersifat dinamis dan bisa berubah," jelas Dwi.
Kepala Kankemenag Kulon Progo, Wahib Jamil, mengatakan antusiasme masyarakat yang tinggi dalam memilih Madrasah menunjukkan bahwa sekolah berbasis agama sudah jadi pilihan mereka untuk pendidikan anak-anaknya.
Namun ia berpesan agar pengelola madrasah selalu melakukan evaluasi dan mitigasi terhadap kondisi sekolah masing-masing.
Sebab pengelolaannya harus berdasarkan prinsip kehati-hatian.
"Selalu berhati-hati dalam setiap pengambilan keputusan dan selalu melakukan analisis, terutama terkait pengelolaan keuangan," kata Wahib. (*)