1.210 Warga Kelurahan Parangloe Kesulitan Air Bersih, ‎Damkar Makassar Kirim 2 Tangki Air
Imam Wahyudi July 17, 2026 10:22 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar memberikan bantuan air bersih bagi warga di tiga RW di Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Jumat (17/7/2026).

‎Pemberian bantuan air tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kelurahan Parangloe berkoordinasi dengan Damkar Makassar terkait kesulitan air bersih yang dialami warga.

‎Lurah Parangloe, Ali Taufan, mengatakan pihaknya awalnya mendapat informasi dari pengurus RT di RW 002 yang mengabarkan warganya mengalami kekurangan air.

‎Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, diketahui ada tiga RW yang terdampak kekeringan, yakni RW 001 hingga RW 003.

‎Sebanyak 770 rumah dengan 1.210 jiwa membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

‎Ali kemudian langsung berkoordinasi dengan Damkar Makassar.

Tidak lama berselang, bantuan air bersih pun mulai disalurkan.

‎"Kami mendapatkan laporan dari RT, terus kami koordinasi dengan Damkar paginya, dan alhamdulillah langsung ditindaklanjuti," ucapnya.

‎Sebanyak dua kali mobil tangki menyalurkan bantuan air bersih.

Dalam satu kali pengantaran, sebanyak 10 meter kubik air disalurkan kepada warga.

‎Saat mobil tangki datang, warga langsung berdatangan membawa wadah penampung, seperti jeriken, ember, dan baskom.

‎Selain untuk kebutuhan sehari-hari warga, air tersebut juga digunakan untuk keperluan ibadah salat Jumat.

‎Ali menjelaskan, memasuki musim kemarau wilayahnya memang hampir setiap tahun mengalami kekeringan.

‎Menurutnya, pada musim kemarau aliran air PDAM sering tidak mengalir. 

‎Untuk tahun ini, kondisi tersebut baru terjadi sekitar sepekan terakhir.

‎"Setiap tahun, setiap kemarau,aliran air terhambat di wilayah kami," ucapnya.

‎Selama ini, kata Ali, warga masih mengandalkan pasokan air dari sumur bor yang berada di Masjid Jabal Nur Bontoa saat aliran PDAM terhenti.

‎Namun, saat ini mesin sumur bor tersebut mengalami kerusakan sehingga tidak bisa digunakan untuk memompa air.

‎"Kami dapat informasi mesinnya rusak, inilah yang jadi penyebab membludaknya warga mengantre air," ucapnya.

‎Untuk mengatasi persoalan tersebut, Ali mengatakan pihaknya telah berkoordinasi agar perbaikan mesin sumur bor segera dilakukan.

‎"Kami sementara proses perbaikan. Dalam waktu dekat segera bisa digunakan kembali dan kebutuhan air warga bisa terpenuhi," jelasnya.

‎Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan mengajak warga bersama-sama menjaga serta menggunakan air bersih secara bijak hingga kondisi kembali normal.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.