TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar memberikan bantuan air bersih bagi warga di tiga RW di Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Jumat (17/7/2026).
Pemberian bantuan air tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kelurahan Parangloe berkoordinasi dengan Damkar Makassar terkait kesulitan air bersih yang dialami warga.
Lurah Parangloe, Ali Taufan, mengatakan pihaknya awalnya mendapat informasi dari pengurus RT di RW 002 yang mengabarkan warganya mengalami kekurangan air.
Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, diketahui ada tiga RW yang terdampak kekeringan, yakni RW 001 hingga RW 003.
Sebanyak 770 rumah dengan 1.210 jiwa membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ali kemudian langsung berkoordinasi dengan Damkar Makassar.
Tidak lama berselang, bantuan air bersih pun mulai disalurkan.
"Kami mendapatkan laporan dari RT, terus kami koordinasi dengan Damkar paginya, dan alhamdulillah langsung ditindaklanjuti," ucapnya.
Sebanyak dua kali mobil tangki menyalurkan bantuan air bersih.
Dalam satu kali pengantaran, sebanyak 10 meter kubik air disalurkan kepada warga.
Saat mobil tangki datang, warga langsung berdatangan membawa wadah penampung, seperti jeriken, ember, dan baskom.
Selain untuk kebutuhan sehari-hari warga, air tersebut juga digunakan untuk keperluan ibadah salat Jumat.
Ali menjelaskan, memasuki musim kemarau wilayahnya memang hampir setiap tahun mengalami kekeringan.
Menurutnya, pada musim kemarau aliran air PDAM sering tidak mengalir.
Untuk tahun ini, kondisi tersebut baru terjadi sekitar sepekan terakhir.
"Setiap tahun, setiap kemarau,aliran air terhambat di wilayah kami," ucapnya.
Selama ini, kata Ali, warga masih mengandalkan pasokan air dari sumur bor yang berada di Masjid Jabal Nur Bontoa saat aliran PDAM terhenti.
Namun, saat ini mesin sumur bor tersebut mengalami kerusakan sehingga tidak bisa digunakan untuk memompa air.
"Kami dapat informasi mesinnya rusak, inilah yang jadi penyebab membludaknya warga mengantre air," ucapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Ali mengatakan pihaknya telah berkoordinasi agar perbaikan mesin sumur bor segera dilakukan.
"Kami sementara proses perbaikan. Dalam waktu dekat segera bisa digunakan kembali dan kebutuhan air warga bisa terpenuhi," jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan mengajak warga bersama-sama menjaga serta menggunakan air bersih secara bijak hingga kondisi kembali normal.(*)